LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan melalui Balai Teknik Perkeretaapian (BTP) Jakarta akan memulai proses reaktivasi kereta Rangkasbitung-Labuan pada 2027. Hal tersebut disampaikan Kepala Balai Teknik Perkeretaapian (BTP) Kelas I Jakarta Ferdian Suryo Adhi Pramono.
Ferdian menyebutkan, proses reaktivasi awal, baru pada tahap peninjauan lahan dan aset milik PT. KAI yang berada di wilayah Kabupaten Lebak dan Kabupaten Pandeglang.
“Tahun ini kami memulai proses peninjauan lahan, sesuai dengan KJPP (Kantor Jasa Penilai Publik) di tahun 2020. Nah, ini nanti akan tetap ada KJPP lagi, untuk memastikan bahwa masyarakat di wilayah tersebut mendapatkan haknya. Karena siapa tahu ada kenaikan harga tanah, atau apa segala macam,” kata Ferdian, Jumat 31 Januari 2025.
Ia menjelaskan, setelah proses reaktivasi dimulai dari peninjauan lahan yang dimulai tahun 2025 hingga 2026. Jika penertiban dan peninjauan selesai, maka proses reativasi akan dimulai pada tahun berikutnya.
“Setelah ada ekspose KJPP baru, kami akan memulai penertiban lahan. Kalau bicara target waktu pelaksanaannya, secara simpelnya tahun ini dan tahun depan itu pasti masih sangat terkait dengan penertiban dan penanganan aset terlebih dahulu,” tuturnya.
Ia menambahkan, target reaktivasi dan pembangunan akan dimulai tahun 2027 dan ditagetkan selesai tahun 2029.
“Baru setelah itu, karena berdasarkan diskusi dengan Bappenas disarankan 2027, 2028 dan 2029,” pungkasnya.
Editor: Mastur Huda











