CILEGON, RADARBANTEN.CO.ID – Buku Bangkitlah Gerakan Mahasiswa karya Eko Prasetyo adalah refleksi tajam tentang kondisi mahasiswa dan aktivis di Indonesia. Dengan bahasa yang lugas, kritis, dan penuh semangat perlawanan, buku ini mengajak mahasiswa untuk kembali memahami peran mereka sebagai agen perubahan.
Eko Prasetyo bukan sekadar mengkritik mahasiswa zaman sekarang yang dinilai semakin pragmatis. Tetapi juga memberikan analisis mendalam tentang mengapa semangat pergerakan mahasiswa meredup dan bagaimana membangkitkannya kembali.
Melalui berbagai contoh sejarah, kritik terhadap sistem pendidikan dan strategi perjuangan, buku ini menjadi bahan bakar bagi mahasiswa yang ingin berjuang untuk keadilan sosial.
Ringkasan Buku
Bab 1 Sejarah Perlawanan Mahasiswa
Di awal buku, Eko Prasetyo menelusuri sejarah panjang pergerakan mahasiswa di Indonesia. Sejak zaman kolonial hingga Reformasi 1998, mahasiswa selalu menjadi garda terdepan dalam memperjuangkan perubahan sosial.
Namun, setelah Reformasi, peran mahasiswa mulai melemah. Gerakan mahasiswa kehilangan arah dan lebih banyak terfragmentasi ke dalam isu-isu sektoral yang kurang bergaung di tingkat nasional.
Bab 2 Mengapa Gerakan Mahasiswa Melemah?
Eko Prasetyo mengidentifikasi beberapa faktor utama yang menyebabkan merosotnya semangat perjuangan mahasiswa:
Komersialisasi Pendidikan
Kampus bukan lagi tempat untuk membangun intelektualitas kritis, tetapi lebih menjadi ladang bisnis. Mahasiswa dipaksa untuk fokus mengejar nilai dan sertifikasi, bukan membangun kesadaran sosial.
Pragmatisme dan Apatisme
Banyak mahasiswa lebih memilih jalur yang aman, seperti menjadi pegawai negeri atau profesional korporat, daripada terlibat dalam perjuangan sosial. Idealisme semakin terkikis oleh kebutuhan ekonomi dan tekanan sosial.
Represi Negara dan Stigma Negatif
Aktivis mahasiswa kerap mendapat tekanan dari negara dalam bentuk kriminalisasi, ancaman akademik, hingga kekerasan. Selain itu, media sering kali menggambarkan demonstrasi mahasiswa sebagai tindakan anarkis, yang membuat banyak mahasiswa ragu untuk terlibat.
Pengaruh Media Sosial
Meskipun media sosial menjadi alat penyebaran informasi yang cepat, aktivis digital sering kali membuat mahasiswa terjebak dalam clicktivism—sekadar berkomentar dan membagikan berita tanpa aksi nyata di lapangan.
Bab 3 Memetakan Ulang Perjuangan Mahasiswa
Dalam bab ini, Eko Prasetyo menegaskan bahwa gerakan mahasiswa harus beradaptasi dengan perubahan zaman tetapi tetap mempertahankan semangat perjuangannya. Ia mengusulkan beberapa strategi:
Membangun Basis Akar Rumput
Mahasiswa harus kembali dekat dengan rakyat, memahami permasalahan mereka, dan menjadi jembatan antara akademisi dan masyarakat.
Memanfaatkan Media Digital Secara Cerdas
Alih-alih hanya menjadi ajang debat dan propaganda, media sosial harus digunakan untuk mengorganisasi gerakan, membangun kesadaran, dan menyebarkan informasi yang akurat.
Memperkuat Solidaritas Antarorganisasi
Salah satu kelemahan gerakan mahasiswa saat ini adalah terfragmentasi. Mahasiswa harus belajar dari sejarah, di mana keberhasilan gerakan selalu didukung oleh solidaritas yang kuat.
Menanamkan Kembali Idealisme
Kampus seharusnya menjadi tempat bagi mahasiswa untuk mengasah kepekaan sosial dan kritisisme, bukan sekadar mencari gelar.
Bab 4 Mahasiswa dan Tantangan Masa Depan
Di bagian akhir buku, Eko Prasetyo menyoroti tantangan baru yang dihadapi mahasiswa di era modern:
Krisis Ekonomi dan Politik
Situasi global yang semakin kompleks membutuhkan mahasiswa yang lebih peka terhadap dinamika ekonomi dan politik, baik nasional maupun internasional.
Teknologi dan Kapitalisme Digital
Mahasiswa harus memahami bagaimana kapitalisme digital membentuk opini publik dan bagaimana mereka bisa menggunakan teknologi untuk perjuangan sosial.
Pola Baru Rezim Otoritarian
Meskipun Indonesia sudah mengalami Reformasi, pola otoritarianisme masih bisa muncul dalam bentuk baru—melalui regulasi yang menekan kebebasan berpendapat, pengawasan digital, dan kooptasi terhadap organisasi mahasiswa.
Kesimpulan
Bangkitlah Gerakan Mahasiswa adalah buku yang wajib dibaca oleh mahasiswa, aktivis, dan siapa saja yang peduli terhadap perubahan sosial. Buku ini mengingatkan bahwa mahasiswa memiliki peran penting dalam membentuk masa depan bangsa.
Editor: Mastur Huda











