SERANG,RADARBANTEN.CO.ID- Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Serang menerbitkan sebanyak 25.300 kartu kuning atau AK-1 untuk para pencari kerja. Jumlah tersebut dinilai sangat banyak apabila dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
Seksi Penempatan Tenaga Kerja Dalam Negeri pada Disnakertrans Kabupaten Serang, De Safari Natadikarya mengatakan, semenjak pemberlakukan digitalisasi dalam pembuatan AK-1 melalui aplikasi Serang Terlayani Satu Pintu (Serang Tatu) pemohon AK- di Kabupaten Serang mengalami peningkatan. Bahkan setiap harinya, kuota pembuatan selalu terpenuhi.
“Setiap hari kuota kita itu maksimal 200, setiap harinya ada saja, lebih dari 100 setiap harinya. Memang tidak menentu, cuman biasanya lebih dari 100,” ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa 11 Februari 2025.
Ia mengatakan, semenjak adanya aplikasi Serang Tatu, jumlah pemohon AK-1 sangat banyak. Itu karena kemudahan pelayanan digitalisasi dengan menggunakan aplikasi sehingga tidak mengharuskan warga datang ke kantor.
“Yang dari Puloampel, Cinangka, hingga Cikande mereka tidak perlu antre dan datang ke kantor. Jadi pembuatan AK-1 mereka bisa akses dari mana saja, dengan aplikasi. Nanti hasilnya langsung dikirim dalam bentuk PDF, mereka tinggal cetak sendiri,” ujarnya.
Ia mengatakan, selama tahun 2024 lalu, ada sebanyak 25 ribu masyarakat yang sudah dilayani dalam pembuatan kartu AK-1 di Kabupaten Serang. “Ini jumlah yang kita layani selama 2024,” ujarnya.
Ia mengatakan, ada sejumlah persyaratan yang perlu dilampirkan ketika seseorang ingin membuat kartu AK-1. Mereka tentunya harus mendownload aplikasi Serang Tatu di ponsel mereka. Setelah itu melampirkan beberapa dokumen dan mengisi formulir yang sudah disediakan.
“Jadi yang pertama ialah KTP yang harus diupload, lalu ijazah terakhir yang asli setelah itu foto terbarunya. Prosesnya ga lama, paling juga 10 sampai 15 menit sudah jadi kalau berkasnya lengkap,” ujarnya.
Ia mengatakan dengan adanya sistem digitalisasi dalam pembuatan AK-1 bisa lebih mudah, cepat dan efisien sehingga per harinya bisa lebih banyak yang terlayani.
“Ini lebih banyak, dulu kan datang ke kita langsung jadi per hari palin 100, sekarang bisa sampai 200 per harinya,” pungkasnya.
Editor: Bayu Mulyana











