LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID- Unit Donor Darah Palang Merah Indopnesia (UDD PMI) Kabupten Lebak memprediksi kebutuhan donor darah selama bulan Ramadan tahun 2025 sebanyak 2.400 kantong
Untuk memenuhi kebutuhan stok darah tersebut, UDD PMI Lebak mengajak masyarakat melakukan donor darah secara sukarela.
“Stok darah yang ada di UDD PMI Lebak jumlahnya tak banyak. Selama Ramadan prediksi kebutuhan sebanyak 2.400 kantong darah. Ini meningkat dibanding dengan tahun 2024 mencapai 2.052 kantong darah,” kata Kepala UDD PMI Lebak dr Firman Rahmatullah, Jumat 28 Februari 2025.
Dia memperkirakan pada 1 Maret stok darah di UDD PMI Lebak mencapai 800 kantong darah. Sementara dari pendonor yang datang ke kantor UDD PMI Lebak dperkirakan mencapai 800 kantong darah.
“Untuk menutupi kekurangan darah kami telah mengagendakan kegiatan mobil unit ke area Alun-alun Rangkasbitung dan di beberapa gereja diperkirakan akan mendapatkan 300 kantong darah. Ini masih kekurangan sekitar 500 kantong darah,” jelasnya.
Firman memprediksi memasuki pekan kedua bulan Ramadan dan Idul Fitri pihaknya akan mengalami krisis darah.
“Diprediksi golongan darah A akan mengalami krisis terlebih dahulu di minggu kedua Ramadan disusul golongan darah B pada minggu ketiga dan keempat sampai sepuluh hari pasca Idul Fitri,” tuturnya.
Untuk memenuhi stok darah tersebut, selain jemput bola menggelar aksi donor darah, pihaknya mewajibkan pihak keluarga pasien menjadi donor pengganti.
“Lebih aman kalau dari pihak keluarga. Saat ini kalau donor pengganti berasal dari keluarga pasien karena mengetahui aktivitasnya,” ujarnya.
Dia juga berharap kepada seluruh warga masyarakat untuk terus menjadi pendonor aktif, terlebih lagi bagi pihak keluarga pasien yang membutuhkan darah.
“Kita telah mengeluarkan imbuan kepada para puskesmas agar keluarga pasien menyediakan donor pengganti. Dengan cara seperti ini maka stok darah di Lebak tetap stabil dan kebutuhan pelayanan darah tetap terlayani,” ucapnya.
Editor: Aas Arbi











