SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut jika kesiapan Pemerintah Daerah (Pemda) masih kurang dalam merespon peringatan dini yang pihaknya keluarkan akan potensi bencana alam yang dapat terjadi akibat cuaca ekstrem.
Hal itu disampaikan oleh Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati. Ia menekankan akan pentingnya respons cepat dari Pemda dalam menindaklanjuti peringatan dini cuaca ekstrem ini.
Sebab, selama ini pihaknya sudah telah secara aktif memberikan informasi cuaca terkini melalui kanal komunikasi resmi, termasuk website, aplikasi mobile, sms blasting dan media sosial BMKG. Namun, kesiapan daerah dalam merespons peringatan dini ini masih perlu ditingkatkan lagi.
Padahal, Pemda memiliki peran yang sangat krusial dalam mitigasi bencana , terutama dalam memastikan bahwa setiap peringatan dini ditindaklanjuti dengan langkah antisipatif di lapangan guna mengurangi dampak bencana yang dapat mengancam keselamatan masyarakat.
“Peringatan dini bukan sekadar informasi, tetapi juga seruan untuk tindakan nyata. Kecepatan dan kesiapan dalam merespons peringatan dini cuaca ekstrem sangat menentukan upaya mitigasi risiko, baik dari segi korban jiwa maupun kerugian materiil,” kata Dwikorita dalam siaran persnya, Rabu 5 Maret 2025.
Dikatakannya, efektivitas dari peringatan dini sangat bergantung pada kesiapan daerah dalam meresponsnya dengan langkah konkret. Diperlukan koordinasi yang lebih erat antara pemerintah daerah dan masyarakat guna meminimalkan risiko bencana hidrometeorologi secara lebih cepat dan efektif.
Ia mengungkapkan, BMKG memahami bahwa banyak daerah saat ini dipimpin oleh kepala daerah baru yang mungkin masih dalam proses adaptasi dengan perangkat di bawahnya. Oleh karena itu, BMKG siap memberikan pendampingan lebih lanjut, agar pemahaman terhadap sistem peringatan dini semakin optimal dan dapat diterjemahkan ke dalam tindakan mitigasi yang efektif.
“Selain itu, kami mengajak masyarakat untuk lebih aktif mengakses informasi cuaca melalui kanal resmi BMKG, sehingga dapat mengambil langkah-langkah pencegahan lebih dini. Dengan kolaborasi yang erat antara pemda, BMKG, dan masyarakat, diharapkan dampak dari bencana akibat cuaca ekstrem dapat diminimalkan,” pungkasnya.
Editor: Bayu Mulyana











