PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Pandeglang menargetkan pendapatan asli daerah (PAD) sebesar Rp283 juta pada 2025. Target ini lebih rendah dibanding tahun sebelumnya yang mencapai Rp308 juta.
Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan DPKP Pandeglang, Wahyu Widyanti menjelaskan bahwa target tersebut bersumber dari tujuh unit pelaksana teknis (UPT) yang dikelola DPKP.
“UPT yang menjadi sumber PAD meliputi Penangkaran Benih Padi, Pusat Kesehatan Hewan, Perbibitan Ternak, Alat Mesin Pertanian Caringin, Perbibitan Buah, serta Rumah Potong Hewan di Menes dan Labuan,” ungkap Wahyu, pada Minggu 9 Maret 2025
“Saat ini realisasinya baru sekitar 22 persen jadi baru Rp40 jutaan per bulan Maret, jadi PAD yang paling banyak menyumbangkan potensi PAD,” sambungnya.
Lanjutnya, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Pandeglang mengaku optimistis bisa mencapai target pendapatan asli daerah (PAD) sebesar Rp283 juta pada 2025. Salah satu strateginya adalah menggandeng pihak ketiga dalam pengelolaan sejumlah unit pelaksana teknis (UPT).
“Kami optimistis target ini bisa dicapai karena beberapa potensi penghasilan akan dikelola oleh pihak ketiga. Artinya, pendapatan langsung dibayarkan di muka ke kas daerah,” katanya.
Menurut Wahyu, setiap UPT memiliki target PAD dengan proporsi yang berbeda, sehingga strategi pencapaiannya pun disesuaikan. Salah satu contohnya adalah UPT Perbibitan Tanaman Padi di Caringin, yang mulai menggandeng pihak ketiga untuk mengelola lahan yang dimiliki.
“Di tahun 2025 ini, kami mulai kerja sama dengan pihak ketiga dalam pengelolaan lahan agar lebih optimal,” ujarnya.
Wahyu menambahkan, tanggung jawab setiap UPT adalah memastikan target PAD terpenuhi sesuai kesepakatan antara dinas dan pengelola lahan.
“Upaya yang dilakukan adalah memaksimalkan potensi yang selama ini belum bisa diberdayakan,” tuturnya.
Editor: Abdul Rozak











