PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Program Sekolah Gratis untuk SMA, SMK, dan SKh swasta yang digulirkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten menjadi harapan baru bagi keluarga kurang mampu. Program tersebut memungkinkan anak-anak tetap melanjutkan pendidikan meski tidak lolos Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) di sekolah negeri.
Salah satu penerima manfaat program ini adalah Marwannudin (46), buruh harian lepas asal Cidangiang, Kecamatan Majasari, Kabupaten Pandeglang. Sehari-hari, ia bekerja sebagai tukang bangunan dengan penghasilan yang tidak menentu.
Marwannudin mengaku sempat cemas setelah putra semata wayangnya, Muchtar Febriansyah, gagal diterima di SMKN 2 Pandeglang melalui jalur reguler. Keterbatasan ekonomi membuatnya khawatir tidak mampu membiayai sekolah swasta.
Kecemasan itu akhirnya sirna setelah mengetahui adanya Program Sekolah Gratis dari Pemprov Banten melalui media sosial.
“Awalnya kami sempat memikirkan biaya sekolah. Setelah tahu ada Program Sekolah Gratis untuk sekolah swasta dari Pemerintah Provinsi Banten, saya merasa sangat senang dan terbantu,” ujar Marwannudin saat ditemui di SMK PGRI 1 Pandeglang, Kamis, 16 Juli 2026.
Menurutnya, pendidikan anak merupakan prioritas utama meski penghasilannya sebagai buruh harian tidak tetap. Ia bertekad terus berjuang agar putranya dapat meraih masa depan yang lebih baik.
“Dia anak satu-satunya dan menjadi harapan keluarga. Pendidikan akan selalu saya perjuangkan,” katanya.
Marwannudin menilai tanpa adanya Program Sekolah Gratis, beban ekonomi keluarganya akan semakin berat. Bahkan, untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari saja ia harus bekerja keras.
Karena itu, ia menyampaikan apresiasi kepada Gubernur Banten Andra Soni yang telah menghadirkan kebijakan tersebut.
“Terima kasih kepada Pak Gubernur Andra Soni. Program ini sangat membantu masyarakat seperti saya. Saya berharap program ini terus berlanjut karena masih banyak anak-anak yang ingin sekolah, tetapi terkendala biaya maupun tidak mendapatkan kuota di sekolah negeri,” ujarnya.
Sempat Khawatir Membebani Orang Tua
Kini, Muchtar Febriansyah resmi menjadi siswa kelas X Jurusan Pengembangan Perangkat Lunak dan Gim (PPLG) di SMK PGRI 1 Pandeglang.
Muchtar mengaku sempat merasa bersalah karena khawatir menjadi beban bagi orang tuanya jika harus bersekolah di sekolah swasta.
“Saya sempat bertanya kepada orang tua apakah sanggup membayar biaya sekolah di swasta. Alhamdulillah ada Program Sekolah Gratis sehingga saya bisa melanjutkan sekolah,” katanya.
Ia memilih SMK PGRI 1 Pandeglang karena memiliki jurusan yang sesuai dengan minatnya. Saat masih bersekolah di SMP Negeri 1 Majasari, Muchtar aktif mengikuti kegiatan Pramuka dan Rampak Bedug.
Sebagai bentuk rasa syukur, ia bertekad belajar lebih giat agar dapat meraih prestasi dan membanggakan kedua orang tuanya.
“Saya akan belajar lebih sungguh-sungguh, rajin sekolah, dan berusaha meraih prestasi yang lebih baik,” tuturnya.
Program Sekolah Gratis bagi SMA, SMK, dan SKh swasta yang dijalankan Pemprov Banten menjadi salah satu strategi memperluas akses pendidikan bagi masyarakat. Selain meringankan beban ekonomi keluarga, program tersebut juga memberikan kesempatan kepada siswa yang belum tertampung di sekolah negeri untuk tetap melanjutkan pendidikan dan meraih cita-cita.*
Editor : Krisna Widi Aria








