SERANG, RADABANTEN.CO.ID – Kementerian Sosial (Kemensos) menemukan anomali pada data penerima bantuan sosial di Provinsi Banten, yang mana ditemukan banyak orang kaya di Banten menerima bantuan sosial (bansos) bahkan hingga puluhan tahun.
Bahkan, terdapat 35.355 orang yang menerima bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) lebih dari 10 tahun. 13.133 penerima di antaranya sejak tahun 2013 atau 13 tahun.
Menteri Sosial (Mensos) RI Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menyebut jika Kabupaten Tangerang merupakan daerah penerima PKH dengan durasi waktu terbanyak dengan durasi 6-10 tahun. Selain itu, banyak di antara mereka berada di usia produktif yakni 15-50 tahun.
“Sebetulnya enggak masalah kalau dia masuk kategori penyandang disabilitas, bayi yang baru lahir, atau ibu-ibu yang lagi hamil, karena itu yang prioritasnya,” kata Mensos di Pendopo Gubernur Banten, KP3B, Kota Serang, Rabu 19 Maret 2025.
Masalahnya, Kemensos juga menemukan banyak warga Banten yang masuk kelas ekonomi menengah dan atas juga menerima bantuan sembako. Sedikitnya ada 4.386 penduduk yang berada di desil 10 atau kelas atas yang menerima sembako.
Maka dari itu, pihaknya akan melakukan evaluasi dengan memuktahirkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) sebagai acuan data pemberian bansos. Ground Check atau pemeriksaan di lapangan pun terus dilakukan, termasuk di Provinsi Banten. Hal ini dilakukan guna memastikan bansos yang disalurkan tepat sasaran.
“Nanti saya mau bikin Permensos bahwa penerima bansos itu maksimal 5 tahun ya, setelah itu dievaluasi. Kecuali yang lansia sama yang penyandang disabilitas ya. Tapi yang usia produktif seharusnya maksimal 5 tahun lah dia pindah ke program yang lain,” tegasnya.
Mensos juga meminta kepada gubernur, bupati dan walikota di Banten untuk bersama-sama mengatasi permasalahan kemiskinan dan memastikan jika bansos yang disalurkan di Tanah Jawara ini tepat sasaran. “Makanya saya datang ke sini ingin mengajak bersama gubernur, bupati, dan walikota semua untuk kita gelut kemiskinan, kita gempur kemiskinan dimasing-masing wilayah,”pintanya.
Editor : Aas Arbi











