SERANG,RADARBANTEN.CO.ID–Partai PRIMA dukung penuh setelah Indonesia resmi bergabung sebagai anggota New Development Bank (NDB).
Masuknya Indonesia menjadi anggota NDB itu secara resmi diumumkan oleh Presiden Prabowo Subianto usai bertemu dengan Presiden NDB, Dilma Vana Rousseff, di Istana Merdeka, Jakarta.
Langkah ini dianggap menjadi momen bersejarah bagi diplomasi ekonomi Indonesia, menegaskan komitmen negara terhadap kebijakan luar negeri yang bebas, aktif, dan berkeadilan di tengah tantangan ekonomi global.
Prabowo menekankan, keanggotaan Indonesia di NDB akan memperkuat kerja sama ekonomi global dan memperluas akses terhadap pendanaan pembangunan yang lebih adil dan berkelanjutan.
Ia juga menegaskan kesiapan Indonesia untuk berperan aktif dalam mendorong agenda pembangunan yang inklusif dan ramah lingkungan.
Menanggapi keputusan ini, Adi Prianto, Pejabat Sementara Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat Partai Rakyat Adil Makmur (DPP PRIMA), menyebut langkah pemerintahan Prabowo-Gibran sebagai keputusan strategis yang mencerminkan kemandirian ekonomi Indonesia.
“Dalam situasi ekonomi-politik global yang tidak stabil—ditandai dengan kebijakan proteksionisme Amerika Serikat di bawah Presiden Donald Trump serta ketegangan geopolitik di Eropa-Indonesia menunjukkan sikap luar negeri yang tidak berpihak pada satu kekuatan besar saja,” ujar Adi Prianto, dalam keterangan rilisnya, Kamis, 27 Maret 2025.
Ia menambahkan, keanggotaan Indonesia di NDB memberikan alternatif pembiayaan yang lebih adil dibandingkan ketergantungan pada negara-negara Barat.
“Ini bukti konkret dari kebijakan luar negeri bebas aktif. Dengan NDB, Indonesia memiliki pilihan lain dalam pembiayaan pembangunan yang setara dan berkeadilan, tidak hanya bergantung pada perjanjian bilateral dengan Eropa atau Amerika,” jelasnya.
Adi juga menegaskan, PRIMA mendukung penuh langkah ini dan berharap partisipasi Indonesia di NDB dapat mempercepat hilirisasi industri dalam negeri, khususnya di sektor energi.
Salah satu fokus utama adalah pembangunan kilang energi baru dan pengembangan infrastruktur sosial yang akan berdampak langsung bagi masyarakat Indonesia dalam lima tahun ke depan.
“NDB akan membantu Indonesia mendapatkan pendanaan untuk infrastruktur vital seperti jalan, jembatan, dan kilang energi. Ini penting untuk mendorong pemerataan pembangunan serta menciptakan lebih banyak lapangan kerja di seluruh negeri,” pungkasnya.
Sebagai informasi, New Development Bank adalah lembaga keuangan multilateral yang didirikan oleh negara-negara BRICS (Brasil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan) untuk mendukung proyek pembangunan infrastruktur berkelanjutan di negara berkembang.
Dengan prinsip pembiayaan yang transparan dan berkeadilan, NDB berperan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi serta pengentasan kemiskinan di negara-negara anggotanya.
Reporter: Nahrul Muhilmi
Editor: Agung S Pambudi











