CILEGON, RADARBANTEN.CO.ID – Pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cilegon yang sempat tertunda akibat keterbatasan anggaran dan pembayaran utang, akhirnya akan dilanjutkan.
Walikota Cilegon, Robinsar, mengungkapkan bahwa anggaran sebesar Rp 60 miliar yang sebelumnya terbatas, kini telah dialokasikan kembali untuk melanjutkan pembangunan rumah sakit dan fasilitas kesehatan lainnya.
“Emang harusnya kan sisa kurang lebih Rp 60 miliar. Karena terbatas anggaran, efisiensi, dan juga bayar hutang kemarin, akhirnya kita alokasikan kurang lebih Rp 28 miliar untuk tahun ini,” ujar Robinsar dalam wawancara di aula DPRD Cilegon pada Rabu, 9 April 2025.
Robinsar menambahkan, meskipun anggaran yang tersedia tahun ini tidak mencukupi untuk menyelesaikan sepenuhnya, target penyelesaian RSUD Cilegon diperkirakan pada tahun 2026.
“Tahun depan, insya Allah, RSUD Cilegon akan selesai. Tahapan selanjutnya akan dimulai tahun ini, dan kami targetkan pada 2026 rumah sakit ini sudah dapat digunakan,” lanjutnya.
Pemkot Cilegon juga menargetkan pembangunan dua Puskesmas dengan fasilitas rawat inap di Kecamatan Grogol dan Cetangkil.
Robinsar menegaskan bahwa pembangunan fasilitas kesehatan ini penting demi mendukung pelayanan kesehatan masyarakat yang lebih baik.
“Kami tidak ada ego pribadi, yang kami kedepankan adalah kepentingan masyarakat. Program ini, walaupun siapapun yang memulai, jika itu bermanfaat, kita lanjutkan,” tegas Robinsar.
Meskipun rumah sakit sudah mencapai tahap pembangunan yang cukup signifikan, Robinsar menambahkan bahwa masalah keterbatasan ruang perawatan, IGD, dan fasilitas lainnya masih menjadi tantangan.
Namun, dengan kelanjutan proyek ini, diharapkan RSUD Cilegon akan mampu melayani lebih banyak pasien dan memberikan pelayanan yang lebih baik.
“Untuk pelayanan, kami akan maksimalkan, baik mekanisme lain yang sesuai dengan kebutuhan,” ujarnya.
Dengan adanya dukungan anggaran yang lebih baik, pembangunan RSUD dan fasilitas kesehatan lainnya di Cilegon diharapkan dapat segera rampung dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Editor: Agus Priwandono











