LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID- Kondisi memprihatinkan terjadi pada akses jembatan penghubung yang terletak di Desa Situmulya, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Lebak, yang rusak setelah terbawa arus air sungai. Diketahui jembatan ini merupakan akses satu-satunya warga menuju ke sejumlah wilayah Kampung dan lahan persawahan masayarat adat Kasepuhan Cisitu
Jembatan yang dibangun oleh masyarakat adat Kasepuhan Cisitu dengan gotong- royong dan menggunakan dana swadaya masyarakat adat tersebut, saat kondisinya rusak parah.
Kondisi badan jalan yang terbuat dari kayu sebagai penyangga bangunan jembatan sudah mulai lapuk hingga nyaris roboh, bahkan bantalan jembatan itu sudah terlihat bolong-bolong.
“Ini dari kampung Ciater mau ke Kampung Sukatani, kondisi jembatan rusak ini kemungkinan sudah hampir tiga tahunan, dikarenakan inikan ada aliran sungai, jadi kalau ada hujan deras airnya meluap jadi terbawa arus,” ujar Reza satu warga adat Kasepuhan Cisitu, Minggu 13 April 2025.
Menurutnya, kerusakan jembatan penghubung itu sudah terjadi sejak 3 tahun lalu, akibat sering diterjang air sungai yang meluap setiap diguyur hujan.
Reza juga menyebut, jembatan ini merupakan akses penghubung satu-satunya warga menuju beberapa kampung diantaranya, kampung Sukatani, Kampung Ciater, Kampung Pasir kadu dan Kampung Tapos. Dimana di tiga kampung tersebut terdapat lahan persawahan, kebun dan juga masyarakat adat Kasepuhan Cisitu.
“Jembatan ini akses satu-satunya yang menghubungkan Kampung Ciater, Kampung Sukatani, dan Kampung Cisitu, dan juga banyak anak-anak pulang pergi sekolah serta para petani yang hendak ke kebun dan ke sawah,” terangnya.
Warga berharap pemerintah dapat segera memperbaiki dan membangun jembatan penghubung tersebut guna memperlancar mobilisasi warga sehari-hari.
“Harapan saya sih baik kepada Pemerintah Daerah, Pemerintah Provinsi atupun Pemerintah Pusat ingin segera diperbaiki jembatan ini, soalnya ini jembatan satu-satunya penghubung antar warga,”tuturnya.
Menanggapi adanya jembatan dan jalan rusak, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Lebak, Irvan Suyatupika membenarkan kondisi jalan dan jembatan Cisungsang menuju Cisitu mengalami kerusakan. Menurutnya, kondisi ruas jalan tersebut direncanakan akan diperbaiki melalui program Impres Jalan Daerah (IJD).
Kata Irvan, berdasarkan survei yang dilakukan masih sekitar 180 kilometer di Kabupaten Lebak dalam kondisi rusak.
“Jalan yang rusak menurut hasil data survei kami, kami survei dilakukan di akhir tahun di Desember 2024 itu ada 180 kilometer jalan yang rusak, diantaranya kemarin yang ramai di media terkait jalan Sabagi, Sangiang Tanjung, Sindangwangi itu memang kondisi jalannya hampir di 14 kilometer,” pungkasnya.
Editor: Bayu Mulyana











