KOTA TANGERANG, RADARBANTEN.CO.ID-Pemkot Tangerang menerapkan sistem pembayaran non tunai berupa QRIS untuk jasa layanan sedot WC.
Kepala Bidang Air Minum dan Air Limbah Dinas Perumahan, Permukiman dan Pertanahan (Disperkimtan) Kota Tangerang Riznur Masrun mengatakan, barcode QRIS sudah terpasang di 13 unit mobil sedot WC, sehingga masyarakat tinggal men-scan barkode terdebut untuk membayar.
Menurutnya, harga jasa sedot WC oleh Pemkot Tangerang jauh lebih terjangkau dibanding sedot WC milik swasta dan dipastikan secara pengerjaan dan pelayanan cepat dan bersih.
“Tarif untuk perbaikan WC mampet, retribusinya sebesar Rp 150 ribu per titik. Sedangkan pelanggan untuk jasa sedot kakus, terbagi dalam tiga kelompok dengan biaya retribusi yang berbeda sesuai hitungan per ritase,” ujarnya, Rabu 16 April 2025.
Kemudian, kelompok 1 biaya retribusi Rp 200 ribu per ritase. Yaitu, rumah masyarakat berpenghasilan rendah, rumah ibadah, sekolah atau yayasan yatim piatu dan sejenisnya, niaga atau industri kecil, hingga MCK atau kakus umum.
Kelompok 2 biaya retribusi Rp250 ribu per ritase yaitu, rumah sederhana, rumah sewa, instansi pemerintah, asrama TNI atau Polri, SPBU hingga terminal angkutan.
“Kelompok 3 biaya retribusi Rp350 ribu per ritase yaitu perumahan mewah, apartemen atau kondominium, pertokoan, mal, supermarket atau pusat perbelanjaan, rumah makan, perkantoran, restoran, niaga menengah, niaga besar hingga industri besar,” ungkapnya.
Editor: Aas Arbi











