LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Perjuangan Marni, warga Kampung Sukajadi, Desa Jatimulya, Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, untuk berangkat ke tanah suci akhirnya terlaksana. Kegigihannya untuk menunaikan rukun Islam yang kelima ke Arab Saudi terlaksana di tahun ini.
Saat ini usia Marni sudah 90 tahun, artinya hampir satu abad, dirinya akan berangkat ke tanah suci pada pemberangkatan kloter kedua Kabupaten Lebak pada 23 Mei 2025 mendatang.
Marni yang bekerja sebagai tukang pijat tradisional di kampungnya berhasil berangkat lewat keuletannya menabung sehingga berhasil menjadi bekal dan ongkos berangkat haji.
Ia mengungkapkan, uang hasil pijat atau urut, ia tabungkan hingga bisa berangkat haji tahun ini. “Kadang-kadang dapat Rp 200.000 kadang Rp 100.000, Alhamdulillah emak enggak matok pembayaran seikhlasnya saja berapa dikasihnya, itu berarti milik emak,” ujar Marni saat ditemui di rumahnya, Jumat 18 April 2025.
Menurut Marni, ia menabung untuk berangkat haji sejak puluhan tahun lalu dan mendaftar haji pada 2014. Dirinnya sehari-hari berkerja sebagai tukang pijat sejak tahun 1980.
“Dari umur anak yang bungsu satu tahun lah, soalnya si bungsu masih nyusu sekitar 40 tahunan lah,”katanya.
Ia menjelaskan, selama puluhan tahun dirinya menabung dan ikut arisan. Lewat kegigihan dari menabung akhirnya terkumpul untuk berangkat haji ke tanah suci.
“Kalau nabung mah gimana punya uangnya saja, enggak menentu, emak juga ikut arisan, jadi uangnya juga ditabung di sana. Dari situ sedikit-sedikit lama-lana saya terpanggil, alhamdulilah saya bersyukur kepada Allah SWT,”ucapnya.
Ia mengaku senang bisa berangkat ke tanah suci tahun 2025 ini. “Perasaannya senang, campur aduk, sedih juga alhamdulilah senang,”pungkasnya.
Editor: Abdul Rozak











