TANGSEL, RADARBANTEN.CO.ID – Wakil Wali Kota Tangsel, Pilar Saga Ichsan membeberkan 5 capaian Pemkot Tangsel mewujudkan Kota Layak Anak (KLA) dengan target meraih predikat KLA Utama tahun 2025 dari KemenPPPA.
Menurut Pilar, Pemkot Tangsel telah menelurkan Perda Nomor 1 Tahun 2018 tentang Penyelenggaraan Kota Layak Anak dan Keputusan Wali Kota mengenai pembentukan gugus tugas KLA. Dua peraturan ini kemudian menjadi landasan dalam membuat program-program kota layak anak.
Beberapa capaian tersebut diuraikan Pilar. Pertama terkait hak sipil dan kebebasan, Pemkot Tangsel mencatat 98,66 persen anak telah terdata dalam sistem kependudukan, yang artinya administrasi kependudukan (adminduk) anak-anak Tangsel sudah hampir mencapai 100 persen.
Layanan adminduk anak tersedia di berbagai pusat perbelanjaan, Mal Pelayanan Publik (MPP) dan kampus. Forum anak dilibatkan aktif dalam sosialisasi dan perencanaan pembangunan.
Kedua, terkait lingkungan keluarga dan pengasuhan alternatif. Menurutnya, Pemkot Tangsel mengembangkan taman ramah anak, Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga), Bunda PAUD, serta fasilitas ramah anak di taman kota dan alun-alun.
Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) juga mendapat ruang berekspresi hingga mengantarkan Tangsel meraih rekor MURI dan dunia dalam bidang seni.
Ketiga terkait kesehatan dan kesejahteraan. Ia mengatakan, sebanyak 35 puskesmas sudah ramah anak dan memiliki petugas tersertifikasi Konvensi Hak Anak. Tangsel juga mencatat cakupan JKN mencapai 98,6 persen (Universal Health Coverage), serta membangun sebanyak 395 rumah layak huni dan 1.800 lebih septic tank.
Keempat terkait pendidikan dan waktu luang. Pilar mengatakan, Pemkot Tangsel memberikan bantuan pendidikan kepada ribuan siswa SD, SMP, serta beasiswa tahfidz dan Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDA).
Semua sekolah telah menjadi sekolah ramah anak, dilengkapi Zona Selamat Sekolah (ZoSS). Masjid Raya Bintaro Jaya juga telah ditetapkan sebagai Masjid Ramah Anak.
Dan yang kelima terkait perlindungan khusus anak. Ia mengatakan, Pemkot Tangsel telah memiliki berbagai kebijakan dan layanan perlindungan, termasuk hotline 24 jam, shelter Lembaga Perlindungan Khusus Ramah Anak (LPKRA), transportasi ramah anak, program preventif seperti edukasi bahaya tawuran dan liberasi digital sehat.
Penanganan berhadapan 15 kelompok anak rentan juga telah dilakukan secara lintas sektor.
“Kami optimis bahwa dengan kerja keras semua pihak, termasuk pemerintah, masyarakat, dunia usaha, dan media di Tangsel bisa berkolaborasi bersama menaikkan peringkat dan meraih KLA Utama tahun ini,” ucapnya, melalui siaran pers yang diterima Minggu 25 Mei 2025.
Editor: Abdul Rozak











