LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Sekda Lebak Budi Santoso mengajak masyarakat khususnya Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk menjadi pendonor tetap jika mampu.
Donor darah selain untuk kemanusiaan juga dapat menurunkan terkena penyakit, khusunya jantung.
“UDD PMI Lebak kerap memgalami krisis darah seperti saat ini mereka tengah krisis golongan darah A dan AB. Karenanya, saya mengajak agar masyarakat, khususnya ASN yang muda-muda dan sehat untuk rutin donor darah,” kata Budi, Kamis 19 Juni 2025.
Budi mengatakan, ia sudah menjadi pendonor sejak tahun 2004. Donor dilakukan rutin setiap 2 bulan sekali.
“Bila donor di rutinkan aebenarnya baik pada kesehatan. Donor merupakan salah satu sedekah yang bisa menyelamatkan nyawa orang yang lagi membutuhkannya,” kata mantan kepala BKAD Lebak ini.
Sementara itu kepala UDD PMI Lebak Firman Rahmatullah membenarkan, pihaknya saat ini tengah mengalami krisis stok darah A dan AB. Saat ini stok darah golongan A dan AB hanya tersedia 42 kantong atau hanya cukup untuk dua hari kedepan.
“Ya, stok darah golongan A dan AB di UDD Lebak sedang mengalami krisis yang membutuhkan banyak sementara yang men donor golongan darah A dan AB sedikit. Stok hanya cukup untuk kebutuhan beberapa hari kedepan. Sementara golongan darah O masih tersedia,” katanya.
Selain mengajak masyarakat untuk donor darah, Firman juga mewajibkan pihak keluarga pasien menjadi donor pengganti mengingat stok darah minim.
Untuk menjaga stok darah terjaga, kata Firman pihaknya juga telah menjadwalkan mobile untut UDD menjemput bola terhadap masyatakat yang secara sukarela.
“Kita jiga sudah agendakan jemput bola sepeti di mall maupun perusahaan,” katanya.
Dia juga berharap kepada seluruh warga masyarakat untuk terus menjadi pendonor aktif, terlebih lagi bagi pihak keluarga pasien yang membutuhkan darah.
“Donor itu sehat, karena mengganti darah kita dengan yang darah segar. Sebenarnya, bila donor rutin dilakukan dapat menjaga kebugaran dan kesehatan,” katanya.
Editor: Andul Rozak











