KOTA TANGSEL, RADARBANTEN.CO.ID – Harga emas di pasar domestik maupun global mengalami pergerakan melemah tipis pada awal pekan ini.
Hal ini menurut sejumlah analisis dipengaruhi oleh kombinasi faktor eksternal seperti ketegangan geopolitik, ekspektasi suku bunga Amerika Serikat, dan aksi ambil untung oleh investor.
Berdasarkan data dari PT Aneka Tambang (Antam), harga emas batangan hari ini turun menjadi Rp 1.942.000 per gram, melemah sekitar Rp 18.000 dibandingkan posisi tertinggi pada minggu lalu.
Penurunan ini mencerminkan konsolidasi pasar setelah reli harga dalam beberapa pekan terakhir.
Sementara itu, emas perhiasan 24 karat di pasaran seperti Jakarta, Surabaya, dan Medan terpantau berada di kisaran Rp 1.783.580 per gram, mencatat kenaikan mingguan sebesar Rp 6.160 per gram.
Pergerakan harga perhiasan relatif lebih stabil karena dipengaruhi juga oleh biaya produksi dan ongkos desain.
Di pasar global, harga emas spot berada di kisaran US$ 3.368–3.376 per ounce atau setara sekitar US$ 108–109 per gram.
Harga ini mencerminkan kecenderungan investor global untuk bersikap hati-hati menjelang keputusan suku bunga Federal Reserve Amerika Serikat pada awal Juli 2025.
Beberapa faktor yang mempengaruhi harga emas, di antaranya, ketegangan geopolitik konflik berkelanjutan di kawasan Timur Tengah mendongkrak minat terhadap aset safe haven seperti emas.
Prediksi suku bunga AS akan tetap tinggi dalam jangka pendek membuat investor cenderung wait and see.
Setelah harga sempat melonjak, sebagian investor memilih untuk merealisasikan keuntungan.
Bagi masyarakat yang ingin berinvestasi, harga emas saat ini dinilai masih kompetitif. Baik emas batangan maupun perhiasan bisa menjadi pilihan, tergantung tujuan investasi dan jangka waktu yang direncanakan.
Editor: Agus Priwandono











