TANGERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Kamu mempunyai gaji Rp 3 juta dan berpikir bisa investasi apa? Pertanyaan ini cukup sering muncul di banyak benak orang yang baru mulai bekerja. Padahal, sekarang investasi sudah jauh lebih mudah dan bisa dimulai dari nominal kecil.
Kamu tidak perlu memiliki gaji dua digit atau paham finansial tingkat tinggi dulu untuk mulai membangun masa depan finansialmu melalui investasi.
Dikutip dari laman resmi Sahabat Pegadaian, berikut beberapa cara memilih instrumen investasi yang sesuai dengan gaji Rp 3 juta per bulan.
1. Emas.
Emas adalah instrumen investasi klasik yang tetap populer hingga sekarang. Nilainya cenderung stabil dan cocok untuk jangka panjang.
Kamu bisa mulai membeli emas dengan biaya terjangkau sesuai kemampuan.
Kini, investasi emas tidak hanya bisa dilakukan dengan membeli emas batangan 24 karat, tetapi juga tersedia dalam bentuk emas digital.
Salah satu layanan investasi emas yang bisa kamu pilih adalah Tabungan Emas dari Pegadaian. Melalui Tabungan Emas, kamu bisa menitipkan emas untuk investasi yang praktis secara bertahap.
Uang yang disetorkan untuk ditabung nantinya akan dikonversi menjadi saldo emas dalam satuan gram. Menariknya, kamu bisa melakukan pembelian awal minimal Rp 10 ribuan dan menambah saldo kapan saja.
Selain itu, emas yang terkumpul bisa dicetak jadi emas batangan atau dijual kembali dengan mudah. Waktu menabung fleksibel; informasi saldonya pun bisa diakses secara online maupun offline.
Fitur-fitur Tabungan Emas tersebut cocok untuk kamu yang ingin berinvestasi emas dengan gaji terbatas, tetapi ingin mulai secara konsisten.
2. Reksa Dana.
Reksa dana adalah pilihan yang cocok untuk pemula. Instrumen ini dikelola oleh manajer investasi, jadi kamu tidak perlu repot mengelola sendiri.
Kamu bisa memilih jenis reksa dana sesuai kebutuhan dan jangka waktu investasi. Mulai dari pasar uang untuk jangka pendek hingga saham untuk jangka panjang.
Reksa dana pasar uang memiliki risiko rendah dan cocok untuk dana darurat. Sementara reksa dana saham punya potensi keuntungan tinggi, tetapi lebih fluktuatif. Selain itu, reksa dana juga mudah dicairkan kapan saja.
3. Saham.
Saham menjadi pilihan menarik bagi kamu yang ingin hasil investasi lebih besar. Namun, perlu diingat bahwa saham juga memiliki risiko yang tinggi.
Jika kamu pemula, sebaiknya mulai dari saham blue chip yang stabil. Perusahaan besar biasanya memiliki kinerja yang lebih konsisten dalam jangka panjang.
Penting juga untuk tidak menaruh semua uang di satu saham saja. Diversifikasi investasi membantu mengurangi risiko kerugian besar.
Sebelum mulai, sebaiknya pelajari dasar-dasar investasi saham terlebih dahulu. Dengan begitu, keputusan yang kamu ambil akan lebih bijak dan terarah.
4. Surat Berharga Negara.
Surat Berharga Negara (SBN) cocok untuk kamu yang ingin memulai berinvestasi dengan risiko rendah. Instrumen ini dijamin langsung oleh pemerintah Indonesia.
SBN memberikan imbal hasil berupa kupon yang dibayarkan secara rutin. Ini bisa menjadi sumber passive income tambahan setiap bulan.
Keunggulan lainnya adalah pajak yang lebih rendah dibandingkan dengan deposito. Selain itu, kamu juga ikut berkontribusi pada pembangunan negara.
Tersedia dua jenis SBN, yaitu konvensional dan syariah. Pembeliannya pun mudah karena tersedia secara online.
Editor: Agus Priwandono











