SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Kisah dekorasi pernikahan yang belum siap di hari-H telah mengguncang jagat maya, menyisakan kekecewaan mendalam bagi mempelai wanita, Wiwin Wulandari, warga Kramatwatu, Kabupaten Serang. Kini, Elfaumi Farkhah, pemilik Nafa Wedding, akhirnya angkat bicara untuk meluruskan duduk perkara yang viral tersebut.
Elfa menegaskan, klarifikasi yang ia sampaikan bukanlah upaya untuk mencari pembenaran atas kesalahan dan kelalaian timnya.
“Sekali lagi saya memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada Teh Wulan dan suami, serta kepada seluruh keluarga besar Teh Wulan dan suami,” ucap Elfa, Jumat siang kemarin, sembari menjelaskan bahwa tujuannya adalah meluruskan isu yang sudah melebar dan berdampak pada dirinya, keluarga, serta bisnisnya.
Kronologi di Balik Insiden Tak Terduga
Cerita ini bermula ketika Wulan memesan paket pernikahan pada akhir tahun 2024. Kemudian, ia melakukan konfirmasi perubahan paket untuk pernikahannya yang dijadwalkan pada Minggu, 15 Juni 2025, dengan nilai paket Rp 31,5 juta. “Ada perubahan paket yang dipesan oleh Mba Wulan,” jelas Elfa.
Namun, di malam sebelum hari-H, tepatnya Sabtu, 14 Juni 2025, sekitar pukul 23.30 WIB, Elfa menerima kabar buruk dari sopirnya. Kendaraan yang mengangkut seluruh peralatan dekorasi vital mendadak mogok di daerah Serang Barat.
“Mendengar hal itu saya langsung menghubungi bengkel dan juga menyewa mobil pengganti,” tutur Elfa, didampingi kuasa hukumnya, Carlos Fernando Silalahi.
Situasi makin pelik ketika mekanik memastikan bahwa mobil tersebut mengalami turun mesin. Demi memastikan peralatan dekorasi bisa tiba di lokasi Wulan, transfer barang ke kendaraan lain pun harus dilakukan. Elfa sendiri ikut memantau proses ini hingga dini hari. “Sekitar pukul 01.30 WIB (Minggu dini hari), saya datang untuk memantau dekorasi. Setelah kondisi terpantau aman, saya kembali ke lokasi mobil mogok karena harus diderek,” ungkapnya.
“Miss Control” di Pagi Hari Bahagia
Kabar mengejutkan kembali datang pada pukul 07.00 WIB di hari pernikahan Wulan. Saat itu, Elfa sedang berada di lokasi lain, tepatnya di Perumahan Bumi Ciruas Permai (BCP), untuk pemasangan dekorasi bunga.
“Tiba-tiba saya dikabari dekor tidak sesuai, kursi pengantin dan kursi tamu belum ada,” kisahnya.
Kursi-kursi yang dinanti baru tiba sekitar pukul 08.30 WIB. Sayangnya, kondisi kursi yang kotor kembali memicu komplain. “Saya akui saya salah melakukan kesalahan dengan miss control terhadap tim dekor,” Elfa mengakui kelalaian tersebut.
Meski tidak dapat langsung menuju lokasi pernikahan Wulan karena harus menyelesaikan riasan di BCP, Elfa terus berkoordinasi dengan timnya untuk memastikan perbaikan dilakukan.
“Sekali lagi saya mengakui bahwasanya ada miss control, namun bukan berarti saya tidak berkoordinasi dengan tim,” tegasnya.
Permintaan Maaf dan Dampak Viral
Menyadari kesalahannya, Elfa segera datang ke rumah Wulan untuk memohon maaf secara langsung. Ia pun menyepakati dua permintaan dari Wulan dan keluarganya: membuat video permohonan maaf dan mengembalikan uang sebesar Rp 15 juta. “Tanpa saya tawar lagi,” ungkapnya, menunjukkan keseriusannya.
Namun, Elfa merasa sangat menyayangkan tindakan Wulan yang memviralkan live streaming Nafa Wedding pada tanggal 16 Juni 2025. Live streaming yang dilakukan admin Instagram saat tidak ada pekerjaan pernikahan itu dianggap sebagai bentuk ketidakpedulian terhadap insiden yang dialami Wulan.
“Dengan dalih ketidakprihatinan dari tim saya atas kejadian di hari pernikahannya,” jelas Elfa.
Akibat insiden viral itu, Elfa mengaku telah menerima banyak cacian, hinaan, bahkan ancaman teror. “Saya merasa setelah dua permintaan Mba Wulan dipenuhi, permasalahan ini tidak diviralkan lagi (namun diviralkan),” pungkas Elfa dengan nada kecewa.
Editor: Aas Arbi











