PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Sempat dikira tutup, wisata Lembur Kula hanya pindah lokasi.
Kini, wisata yang terletak di Jalan Gunung Karang, Desa Pasirpeuteuy, Kecamatan Cadasari, Kabupaten Pandeglang, Banten ini mencatat lonjakan jumlah kunjungan wisatawan dalam enam bulan terakhir.
Pengelola Lembur Kula, Ade Kardiana, menyebutkan sejak Januari hingga Juni 2025, tercatat sekitar 1.200 wisatawan datang berkunjung. Jumlah itu terus meningkat seiring mulai dikenalnya kembali destinasi wisata ini setelah sempat berpindah lokasi.
“Lembur Kula ini sempat dikira tutup, padahal kita cuma pindah lokasi. Sekarang kunjungan mulai naik lagi, pelanggan lama juga mulai balik,” ungkapnya, Sabtu 28 Juni 2025.
Rata-rata jumlah pengunjung mencapai 200 orang per bulan. Kebanyakan wisatawan berasal dari wilayah Banten, terutama Tangerang dan Cilegon.
“Yang paling sering justru dari Cilegon. Banyak yang datang sampai nginep, karena kita punya area camping,” katanya.
Kini, Lembur Kula juga dilengkapi berbagai fasilitas menarik, termasuk nuansa ala Korea yang jadi daya tarik tersendiri.
“Fasilitas yang ada sekarang tuh ada sewa hanbok, camping ground, kopi bar, area bermain anak, dan juga perpustakaan,” jelasnya.
Perpustakaan tersebut menyediakan beragam koleksi buku, mulai dari pertanian, bacaan islami, hingga ke depan akan ditambah buku-buku khusus anak-anak.
“Jadi kalau ke sini tuh bukan cuma buat ngopi atau camping aja, tapi juga bisa santai sambil baca buku,” terangnya.
Namun, Ade mengakui bahwa keterbatasan parkir masih menjadi kendala yang cukup terasa. Saat ini, area parkir hanya bisa menampung sekitar 10 mobil dan 50 motor.
“Parkir masih terbatas, makanya kadang pengunjung suka bingung. Tapi insyaallah tahun ini kita bakal nambah lahan parkir. Kita juga udah dapet dukungan dari Dinas Pariwisata Provinsi,” katanya.
Ade menambahkan, mayoritas pengunjung yang datang merupakan kalangan keluarga. Sementara anak muda belum terlalu banyak yang nongkrong di sana.
“Kebanyakan yang datang itu famili. Anak muda belum terlalu nyantol ke sini, mungkin karena konsepnya masih cocok buat keluarga,” ujarnya.
Untuk meningkatkan daya tarik, pihaknya kini menggandeng komunitas, termasuk dari dunia literasi.
“Kita mulai pendekatan dengan komunitas buku. Namanya Pandeglang Book Party. Sebelumnya kita kerja sama sama komunitas motor, sepeda, tapi sekarang mulai ke komunitas baca,” jelasnya.
Editor: Bayu Mulyana











