LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Mahasiswa Lebak (IMALA), Ridwanul Maknunah, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Lebak dan Bupati Lebak Hasbi Jayabaya atas langkah progresif dalam menanggapi aspirasi dan kritik masyarakat, khususnya dalam hal pembangunan dan perbaikan infrastruktur jalan di pusat Kota Rangkasbitung.
Ridwan menilai bahwa keberanian pemerintah daerah dalam menerima kritik dan menjadikannya sebagai dasar evaluasi adalah bagian dari praktik demokrasi yang sehat dan cermin dari kepemimpinan yang inklusif. Menurutnya perbaikan jalan kota juga, untuk memperbaiki wajah perkotaan agar lebih baik.
“Kami mengapresiasi sikap Bapak Bupati yang terbuka terhadap kritik dan masukan dari masyarakat. Ini menunjukkan adanya semangat kolaborasi antara pemerintah dan warga dalam membangun Kabupaten Lebak yang lebih baik,” ujar Ridwanul kepada RADARBANTEN.CO.ID, Minggu 13 Juli 2025.
Ia menyoroti perbaikan dua ruas jalan penting di pusat kota, yaitu Jalan Dewi Sartika dan Jalan Siliwangi, yang telah mengalami pembenahan setelah sebelumnya banyak dikeluhkan masyarakat. Langkah ini dinilai sebagai bentuk konkret dari respons pemerintah terhadap suara rakyat, yang selama ini aktif disuarakan baik melalui media sosial maupun forum-forum publik.
Ridwanul juga menekankan bahwa perbaikan infrastruktur bukan sekadar proyek fisik, melainkan bagian dari pembangunan sosial dan ekonomi yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat.
“Jalan yang baik bukan hanya soal kelancaran lalu lintas, tetapi juga soal pemerataan akses terhadap pendidikan, layanan kesehatan, dan ekonomi lokal. Mobilitas yang lancar berarti peningkatan kualitas hidup masyarakat,” jelasnya.
Namun demikian, Ridwanul juga mengingatkan bahwa pembangunan infrastruktur hendaknya tidak berhenti di titik-titik perkotaan saja. Ia berharap komitmen pemerintah juga menyentuh jalan-jalan kabupaten di wilayah kecamatan dan pedesaan, yang kondisinya masih banyak yang memprihatinkan.
“Keadilan dalam pembangunan harus dirasakan hingga pelosok desa. Jangan sampai masyarakat di wilayah pinggiran terus merasa tertinggal karena keterbatasan akses jalan yang layak. Pemerataan infrastruktur adalah bentuk nyata dari keadilan sosial,” pungkasnya.
Editor: Abdul Rozak











