SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten akan segera melakukan normalisasi pada beberapa aliran sungai di wilayah Tangerang Raya. Normalisasi ini dilakukan menindaklanjuti bencana banjir kemarin yang telah merendam sejumlah titik, bahkan menyebabkan ruas jalan tol Jakarta-Tangerang lumpuh.
Rencananya, normalisasi ini akan dilakukan oleh Tim Pengendalian Banjir Provinsi Banten yang dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Banten sebagai ketuanya.
Tim ini terdiri dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Pemprov Banten, Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau Ciujung Cidurian (BBWSC3), Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSC2) dan Pemerintah Daerah (Pemda) setempat.
Wakil Ketua Tim Pengendalian Banjir Banten Arlan Marzan mengatakan, pihaknya telah melakukan inventarisir masalah terhadap banjir di wilayah Tangerang Raya. Salah satu masalah yang nampak jelas ialah penyempitan dan pendangkalan beberapa aliran sungai seperti Cisadane, Ciputat, dan Kali Sabi.
“Pa Gubernur meminta tindakan nyata, dan InsyaAllah hari senin nanti kami akan melakukan survei ke lokasi sungai-sungai bersama dengan BBWSC2 dan C3 juga pemda setempat,” kata Arlan, belum lama ini.
Kata Arlan, normalisasi ini merupakan rencana aksi jangka pendek yang telah pihaknya susun dalam penanganan banjir. Sejumlah alat berat pun nantinya akan diturunkan. “Survei nanti itu untuk melihat titik dimana alat berat bisa diturunkan, karena memang masalahnya di Tangerang Raya itu akses untuk alat berat,” ungkapnya.
Kepala DPUPR Banten ini menuturkan, penanganan banjir sudah menjadi program prioritas dari Gubernur dan Wakil Gubernur Banten dan masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Banten 2025-2029. Pada tahun ini, pihaknya menganggarkan Rp2 milliar untuk penanganan darurat banjir, dan normalisasi sungai.
Sedangkan untuk rencana jangka panjang, pihaknya juga akan menganggarkan pembangunan tandon dan embung di sejumlah daerah yang jadi titik rawan banjir. “Tahun depan kita bangun embung dari usulan kabupaten dan kota,” pungkasnya.
Editor: Bayu Mulyana











