SERQNG,RADARBANTEN.CO.ID- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Serang menilai pelaksanaan relokasi Sekolah Dasar Negeri (SDN) Inpres Cikeusal terlalu lamban dan berlarut-larut.
Lokasinya yang tepat berada di samping gerbang tol Serang-Panimbang di pintu tol Cikeusal membuat proses belajar mengajar di sekolah tersebut sedikit terganggu.
Ditambah lagi, kondisi bangunan yang rusak membuat guru dan orang tua siswa was-was saat cuaca buruk datang.
Wakil ketua komisi II DPRD Kabupaten Serang, Ahmadi mengatakan, kondisi SDN Inpres Cikeusal sangat memperihatinkan. Pasalnya, lokasinya yang tepat berada di samping gerbang tol Cikeusal membuat keselamatan anak-anak sekolah terancam.
“Karena ini ada di interchange, keselamatan daripada murid maupun para guru juga ikut terancam. Lalu dari tingkat kebisingan, kalau memang tidak memenuhi standar dan mengganggu pembelajaran,” katanya saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu 16 Juli 2025.
Selain itu, kondisi gedung kelas yang rusak karena mulai lapuk dan banyak yang rusak juga mengharuskan agar relokasi SDN Inpres Cikeusal harus segera dilakukan. “Infrastruktur pendidikannya memang sudah tidak layak sehingga harus segera dilakukan penanganan,” ujarnya.
Ia menilai, pelaksanaan relokasi SDN Inpres Cikeusal terlalu lama dan berlarut-larut. Hal itu tentunya sangat mengganggu proses belajar mengajar di sekolah. Ia pun menilai Dimas Pendidikan terlalu lamban menangani persoalan tersebut.
“Ini sejak tahun 2018 sampai sekarang belum terealisasi, sudah terlalu lama dan berlarut-larut,” tegasnya.
Pihaknya pun berencana akan memanggil Pemkab Serang dalam hal ini Dinas Pendidikan serta pihak pengelola jalan tol dan PPK pembangunan jalan tol untuk memastikan agar pembangunan dapat direalisasikam di tahun ini.
“Kita hanya bisa memberikan rekomendasi. Contoh apabila Dinas Pendidikan ini dia tidak serius dalam menangani ini, ya kita Komisi 2 memberikan surat kepada Ibu Bupati,” pungkasnya.
Reporter: Ahmad Rizal Ramdhani
Editor: Agung S Pambudi











