RADARBANTEN.CO.ID – Waktu seakan berlalu begitu cepat bagi H. Ashari Asmat. Lima tahun sudah ia mengabdi di Perumda Pasar Niaga Kerta Raharja (NKR) Kabupaten Tangerang. Pada 21 Juli 2025, ia resmi memasuki masa purna tugas. Di akhir masa jabatannya, Ashari tidak hanya meninggalkan meja kerja, tetapi juga meninggalkan jejak pengabdian dan pengalaman yang membekas.
Ashari dilantik sebagai Direktur Operasional Perumda Pasar NKR berdasarkan Keputusan Bupati Nomor: 536/Kep.603-Huk/2020. Sejak itu, ia memikul tanggung jawab besar dalam mengelola dinamika pasar rakyat yang kompleks. Bahkan, pada tahun 2022, ia dipercaya menjadi Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama untuk memastikan kelangsungan operasional perusahaan dan mempersiapkan proses seleksi kepemimpinan berikutnya.
Bagi Ashari, Perumda Pasar NKR bukan sekadar institusi—melainkan ruang pengabdian yang penuh pelajaran hidup. “Saya mendapatkan banyak pengalaman berharga di sini, terutama dalam kepemimpinan, pengambilan keputusan, dan memahami karakteristik pasar rakyat,” ujarnya dalam sebuah perbincangan hangat, Senin (28/7/).
Tugasnya tidak selalu mudah. Tantangan pertama yang datang justru pada awal masa tugasnya, pandemi Covid-19. Saat itu, pasar rakyat menjadi salah satu titik rawan penyebaran virus. Ia harus mengambil keputusan cepat dan tegas demi keselamatan bersama. “Ada pasar yang terpaksa kami tutup karena ada kasus terkonfirmasi. Alhamdulillah, semua dapat dilalui dengan kerja sama lintas instansi,” kenangnya.
Ashari menekankan pentingnya edukasi protokol kesehatan kepada pedagang dan pengunjung pasar, yang saat itu belum terbiasa dengan kebiasaan baru. Langkah itu bukan hanya menyelamatkan kegiatan ekonomi di pasar, tetapi juga menjaga nyawa.
Selama masa jabatannya, Ashari berupaya memosisikan diri bukan sebagai penguasa, melainkan sebagai pelayan. Ia rajin menyapa pedagang, mendengar keluhan mereka, dan mencarikan solusi bersama.
“Yang saya pelajari, pasar tidak bisa dikelola secara kaku. Harus ada empati, komunikasi yang terbuka, dan keputusan yang mempertimbangkan banyak aspek,” katanya.
Ia pun selalu berupaya menghadirkan kenyamanan bagi semua pihak—baik pedagang maupun pembeli—agar pasar menjadi ruang yang bersih, aman, dan ramah.
Meski telah purna tugas, Ashari tetap memikirkan masa depan pasar rakyat di Kabupaten Tangerang. Ia menyoroti pentingnya modernisasi tanpa menghilangkan ‘roh’ pasar tradisional.
“Saat ini baru 7 dari 19 pasar yang direvitalisasi sesuai standar SNI. Lima lagi sedang proses. Tugas ke depan masih panjang,” tuturnya.
Digitalisasi, menurutnya, adalah keniscayaan. Mulai dari sistem manajemen internal hingga transaksi pedagang harus perlahan masuk ke ekosistem digital. “Beberapa pasar sudah mulai pakai sistem pembayaran non-tunai. Tapi harus diperluas, agar pasar rakyat bisa bersaing dengan supermarket dan ritel modern,” tambahnya.
Tak hanya infrastruktur, Ashari menekankan pentingnya peningkatan kapasitas SDM dan edukasi bagi pedagang. Mulai dari pemahaman peraturan, manajemen usaha, hingga pemanfaatan teknologi digital.
Menjelang akhir masa tugasnya, Ashari menyampaikan rasa terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Tangerang atas kepercayaan yang telah diberikan.
“Kalau ada hal yang belum sempurna, saya mohon maaf. Semoga apa yang saya lakukan dapat menjadi fondasi untuk kemajuan yang lebih besar,” ucapnya dengan tulus.
Ia berharap Perumda Pasar NKR ke depan semakin maju, dapat memberikan pelayanan terbaik bagi pelaku pasar, meningkatkan kesejahteraan pegawai, dan tentu saja—mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD). (mul/bie)
Reporter : Mulyadi
Editor : Aas Arbi











