PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Menghadapi musim kemarau yang mulai melanda, Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBDPK) Kabupaten Pandeglang mulai siaga. Puluhan kecamatan kini masuk zona rawan kekeringan, dan satu desa dilaporkan sudah mengalami dampak langsung.
Kepala BPBDPK Pandeglang, Riza Ahmad Kurniawan, mengungkapkan bahwa penetapan status siaga kekeringan tengah diproses, menyusul peningkatan potensi bencana di sejumlah wilayah.
“Kami dari BPBD sudah mulai mengantisipasi. Apalagi sudah ada satu desa yang mengalami kekeringan. Penetapan status siaga sedang dalam proses,” ujar Riza, Selasa 29 Juli 2025.
Data BPBDPK menunjukkan, dari 35 kecamatan di Pandeglang, setidaknya 20 kecamatan masuk dalam kategori zona rawan. Ini mengacu pada data terdampak kekeringan tahun sebelumnya, yang kembali berpotensi berulang.
“Kalau lihat dari data, ada sekitar 20 kecamatan yang masuk zona rawan kekeringan. Itu sudah terjadi juga tahun lalu,” jelasnya.
Daerah-daerah yang masuk daftar rawan antara lain Picung, Sindangresmi, Panimbang, Sobang, Patia, Sukaresmi, Cibaliung, Sumur, hingga Labuan. Hampir seluruh wilayah selatan dan tengah Pandeglang masuk dalam pantauan khusus.
Meski status darurat belum ditetapkan, BPBDPK terus berkoordinasi dengan BMKG dan lintas instansi untuk menyesuaikan langkah.
“Penetapan status tidak bisa sepihak. Harus melalui kajian bersama, termasuk dengan BMKG. Saat ini prosesnya sedang berjalan,” ucap Riza.
Untuk mengantisipasi kebutuhan darurat, BPBDPK telah menyiagakan tiga unit mobil tangki air bersih. Penyaluran air akan dilakukan berdasarkan hasil asesmen dan permintaan resmi dari wilayah terdampak.
“Kita sudah ada tiga mobil tangki yang standby. Jumlah air yang dikirim akan menyesuaikan dengan kebutuhan di lapangan dan berdasarkan surat permohonan dari wilayah terdampak,” terang Riza.
BPBDPK juga mewaspadai potensi bencana non-alam lain yang mengintai selama kemarau, terutama kebakaran di permukiman dan lahan terbuka.
“Kami juga siaga terhadap bencana non-alam seperti kebakaran. Walau saat ini masih didominasi rumah warga, potensi menyebar ke lahan terbuka tetap ada,” katanya.
Meski sebagian wilayah Banten masih mengalami hujan, Riza mengingatkan kondisi ini masuk kategori kemarau basah, sehingga potensi kekeringan tetap harus diwaspadai.
“Walaupun kemarau, hujan masih bisa turun. Tapi masyarakat tetap harus waspada, terutama terhadap risiko kekeringan dan bencana lainnya,” tegasnya.
Masyarakat diimbau untuk segera melapor ke BPBDPK jika mengalami kesulitan akses air bersih atau kondisi darurat lain selama musim kemarau.
Editor : Merwanda











