TANGERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Investasi emas bukan sesuatu yang baru bagi masyarakat Indonesia. Namun, masih banyak yang belum tahu ciri-ciri emas palsu, sehingga sering terjebak dalam kasus penipuan berkedok investasi.
Membedakan emas asli dan emas palsu memang membutuhkan ketelitian tersendiri, dengan menimbang karakteristik logam mulia bernilai tinggi dan tahan inflasi tersebut.
Dikutip dari laman resmi Sahabat Pegadaian, berikut ciri-ciri emas palsu yang bisa dijadikan sebagai acuan dalam pemeriksaan keaslian emas.
1. Bersifat magnetis.
Meskipun termasuk dalam golongan logam mulia, emas bersifat nonmagnetis.
Cara melihat emas asli dan palsu adalah dengan mendekatkannya ke magnet.
Ketika didekatkan ke magnet, emas palsu akan bereaksi karena mengandung campuran logam magnetis lain, seperti aluminium, besi, dan tembaga.
Biasanya, perhiasan emas yang telah tercampur logam mulia lain bereaksi jika didekatkan dengan magnet.
Pasalnya, kadar emas yang bagus untuk perhiasan adalah sekitar 75 persen atau setara dengan 18 karat.
Logam lain dengan persentase 25 persen ditujukan untuk meningkatkan ketahanan emas. Sejatinya, emas asli bersifat lunak dan mudah berubah bentuk apabila terbentur.
2. Kurang padat.
Emas asli memiliki kepadatan sebesar 19,3 gram per cm3. Tingkat kepadatan emas ini lebih tinggi daripada logam mulia lainnya.
Kepadatan emas yang kurang dari standar tersebut menandakan bahwa emas memiliki campuran logam mulia lainnya. Inilah salah satu ciri-ciri emas palsu yang perlu diperhatikan.
Cara pengukuran kepadatan emas ini membutuhkan timbangan yang memiliki tingkat akurasi tinggi dan wadah berisi air.
Timbang emas dan catat beratnya. Lalu, masukkan emas ke dalam wadah yang berisi air penuh dan ukur perpindahan air.
Apabila volume air yang keluar dari wadah kurang dari standar kepadatan emas, maka kemungkinan besar emas tersebut palsu.
3. Reaktif terhadap asam nitrat.
Jika ingin tahu ciri emas asli dan palsu, gunakan cuka atau asam nitrat untuk membuktikannya. Caranya cukup mudah, yaitu meneteskan cairan cuka ke permukaan emas.
Emas yang memiliki kemurnian 99,9 persen atau setara dengan 24 karat, tidak akan bereaksi terhadap cairan asam tersebut.
Akan tetapi, emas palsu yang mengandung campuran logam mulia lainnya akan mengalami perubahan warna dan mendesis.
Meskipun bisa mencoba cara ini di rumah, sebaiknya tetap perhatikan keamanan prosedurnya.
Gunakan sarung tangan dan laksanakan prosedur di ruangan dengan sistem ventilasi yang baik.
4. Tidak ada hallmark.
Produk emas asli umumnya ditandai dengan hallmark yang biasanya berbentuk stempel. Setiap hallmark mengindikasikan kadar emas atau keasliannya.
Biasanya, hallmark ditulis dalam satuan karat ataupun nomor yang terdiri dari tiga digit, seperti 750, 916, dan 999.
Namun, perlu diketahui bahwa emas palsu juga biasanya memiliki replika hallmark yang terlihat asli. Maka dari itu, cara ini tidak selalu akurat.
5. Mudah terkorosi.
Ciri-ciri emas palsu yang paling mudah dideteksi adalah perubahan warna akibat korosi. Dibandingkan emas murni, emas yang mengandung logam lainnya lebih mudah berubah warna.
Kadar kemurnian emas paling tinggi senilai 24 karat membuatnya memiliki warna kekuningan mengkilat yang khas dan tahan lama.
Adapun emas yang dicampur dengan logam lainnya akan berkarat seiring dengan berjalannya waktu karena mudah terkorosi.
6. Terapung ketika dimasukkan ke air.
Seperti yang disebutkan sebelumnya, emas asli memiliki kepadatan 19,3 gram per cm3. Tingkat kepadatan ini lebih tinggi daripada logam lainnya.
Jika dimasukkan ke dalam wadah berisi air, emas asli akan tenggelam lebih cepat daripada logam lainnya.
Dengan kata lain, emas palsu akan lebih lama mencapai dasar wadah atau bahkan tidak cukup padat, sehingga kemungkinan besar akan mengapung.
7. Tidak meninggalkan bekas gigitan.
Sahabat bisa menggunakan cara melihat emas asli dan palsu yang diterapkan oleh para atlet ketika memenangkan suatu turnamen.
Kebiasaan menggigit medali tersebut memiliki dasar fisika yang kuat. Pasalnya, emas asli yang bersifat lunak akan meninggalkan bekas gigitan jika digigit.
Dari sifat emas asli ini bisa disimpulkan bahwa emas palsu memiliki tekstur lebih keras dan tidak meninggalkan bekas apabila digigit.
Akan tetapi, metode untuk mengamati perbedaan emas asli dan palsu ini hanya berlaku untuk emas batangan dan koin.
Menggigit emas perhiasan tidak akan membuktikan kepalsuannya karena sejatinya campuran logam lain diperlukan untuk membentuknya sesuai dengan desain.
8. Deringnya pendek dan tidak begitu nyaring.
Dering pendek merupakan salah satu ciri emas palsu yang perlu dicatat.
Cara mengetahuinya adalah dengan menjatuhkan emas pada permukaan keras, seperti keramik.
Emas asli cenderung berdering lebih panjang dan terdengar nyaring.
Emas palsu memiliki suara dering yang lebih pendek.
9. Berat lebih ringan.
Umumnya, emas asli lebih berat daripada logam mulia yang memiliki lapisan emas. Hal ini bisa dibuktikan dengan menimbangnya langsung atau mencoba mengangkatnya.
Logam yang harganya lebih murah relatif ringan ketika diangkat atau dikenakan sebagai perhiasan.
Untuk itu, mengenakan perhiasan emas dengan kadar kemurnian tinggi akan terasa berbeda dengan perhiasan logam mulia lainnya yang hanya dilapisi emas di bagian luarnya.
Editor: Agus Priwandono











