LEBAK,RADARBANTEN.CO.ID- Kementerian Koperasi (Kemenkop) akan mendorong Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) agar dapat menjadi pangkalan resmi gas LPG 3 kilogram.
Hal itu bisa membuat koperasi desa bisa mendapatkan harga agen, lalu menyalurkannya ke warung dan pelaku UMKM dengan harga terjangkau.
“Insyaallah koperasi desa Merah Putih di Kabupaten Lebak bisa mendapatkan harga agen LPG. Nantinya koperasi bisa menjual ke warung dan UMKM, sekaligus memperoleh keuntungan,” kata Ferry Juliantoro Menkop saat berkunjung ke Lebak, pada Jumat 12 Desember 2025.
Menurut Ferry, Presiden Prabowo Subianto memberi perhatian khusus pada penguatan koperasi sebagai soko guru perekonomian nasional.
“Koperasi Desa Merah Putih diharapkan mampu mengurangi kemiskinan, menekan praktik rentenir dan pinjaman online ilegal, serta menjaga harga kebutuhan masyarakat,” terangnya.
Ke depan, setiap koperasi desa Merah Putih juga direncanakan memiliki apotek dan klinik desa untuk menyediakan layanan kesehatan dan obat-obatan dengan harga terjangkau.
Sementara itu, Bupati Lebak, Hasbi Jayabaya, menyambut baik langkah pemerintah pusat dalam mendirikan Kopdes Merah Putih.
Menurutnya, hal ini bisa menjadi peluang bagi masyarakat desa untuk meningkatkan taraf hidup.
“Insyaallah ini bisa memajukan Koperasi Desa Merah Putih. Adanya koperasi saya merasa ada profit-oriented, perspektifnya bisnis untuk memajukan ekonomi kerakyatan. Kita harus sama-sama membangun daerah kita,” ucapnya.
Namun, Hasbi juga menyampaikan harapan dan pesan bahwa pengelolaan Kopdrs harus dilakukan secara hati-hati dan sesuai aturan.
“Makanya harapan kita, hari esok itu akan lebih baik, tahun depan, bulan depan akan lebih baik. Di Insyaallah disesuaikan dengan potensi di desanya masing-masing,” pungkasnya.
Reporter : Nurandi
Editor: Agung S Pambudi











