CILEGON, RADARBANTEN.CO.ID–Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cilegon memperketat pengawasan program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk mencegah terjadinya kasus keracunan makanan massal sebagaimana yang marak terjadi di sejumlah daerah.
Kepala Dinkes Kota Cilegon, Ratih Purnamasari, mengatakan bahwa pihaknya telah menyiapkan langkah antisipasi melalui monitoring dapur pengolahan makanan serta pemantauan langsung di sekolah penerima program.
“Pola makanan itu kita terserah SPPG mereka kan sudah punya ahli gizi, sudah dilatih juga kita Dinas kesehatan mungkin kedepan akan melihat, monitoring makanan yang sudah dikasih ke sekolah,” kata Ratih kepada Radar Banten, Kamis 2 Oktober 2025.
Menurut Ratih, ada dua fokus utama pengawasan, yakni pengecekan sanitasi dapur dan pemeriksaan makanan yang sudah didistribusikan ke sekolah.
Pihaknya juga menindaklanjuti permohonan Surat Laik Hygiene Sanitasi (SLHS) dari penyedia pangan guna memastikan kelayakan pengolahan makanan.
“Sebetulnya sekarang mereka ada surat dari kepala BGN pusat, mereka itu harus mengurus SLHS seluruh Indonesia harus mengurus, kita akan menindaklanjuti SPPG mana yang sudah meminta untuk dilakukan pengecekan agar nanti keluar rekomendasi surat laik sanitasi,” jelasnya.
Saat ini, lanjut Ratih, terdapat 12 SPPG (Satuan Pendidikan Penyelenggara Gizi) yang sudah terdata oleh Dinkes Cilegon.
Pihaknya juga sudah membentuk tim pengawasan makanan bergizi gratis yang resmi berjalan sejak Oktober 2025.
“Sekarang kita juga sudah membentuk tim pengawasan makanan bergizi gratis di Dinkes, kita juga banyak kan pedoman dari Kementrian, tim ini baru dibentuk memang Oktober ini,” ungkapnya.
Selain itu, Dinkes juga menyiapkan pelatihan dan sertifikasi bagi penjamah makanan. Upaya ini, kata Ratih, sejalan dengan pedoman Kementerian Kesehatan agar program MBG berjalan sesuai standar kesehatan.
“Kita juga persiapan , kita sudah bentuk SK Tim jika menghadapi keracunan, KLB itu kita sudah punya tahun 2024 akhir, tapi dengan adanya MBG ini memang pemerintah harus bergerak,” pungkas Ratih.
Reporter : Adam Fadillah
Editor: Agung S Pambudi











