SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Kelompok Tani (Poktan) Indah Tani 1 binaan Polres Serang melaksanakan panen jagung di lahan seluas 2 hektare di Kampung Pasir Lenjang, Desa Pagintungan, Kecamatan Jawilan, Kabupaten Serang.
Panen jagung tersebut merupakan wujud nyata sinergi antara kepolisian dengan masyarakat dalam upaya mendukung ketahanan pangan.
Menurut Ketua Poktan Indah Tani 1, Romdoni, hasil panen Kuartal III ini mencapai 18 ton jagung. Dari jumlah tersebut, sebanyak 17,4 ton berhasil dipipil dan kemudian dijual ke Bulog Sub Divre Serang dengan harga Rp 6.400 per kilogram.
“Hasil ini sangat memuaskan, mengingat kondisi lahan dan cuaca yang sempat menantang pada masa tanam,” kata Romdoni, Jumat kemarin.
Romdoni menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian dan dukungan dari Kapolres Serang. Ia mengaku bahwa pendampingan dari Kapolres dan Kapolsek, baik dalam bentuk motivasi maupun bimbingan, dan bantuan sangat membantu petani dalam meningkatkan semangat dan produktivitas.
“Kelompok tani menyambut gembira hasil panen yang cukup memuaskan ini. Kami berharap kerja sama dengan Polres Serang dapat terus berlanjut sehingga tidak hanya meningkatkan hasil pertanian, tetapi juga mempererat hubungan antara petani dan kepolisian,” ujarnya.
Kapolres Serang AKBP Condro Sasongko yang turut memantau kegiatan menyampaikan apresiasi terhadap kerja keras para petani. Menurut dia, capaian panen jagung ini bukan hanya memberikan nilai ekonomi, tetapi juga menjadi bukti bahwa kemitraan antara Polri dengan masyarakat dapat menghasilkan sesuatu yang bermanfaat.
“Hasil panen yang cukup maksimal ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan para petani serta memotivasi untuk terus mengembangkan program swasembada pangan,” ungkap Kapolres.
Selain itu, Kapolres menekankan pentingnya mengelola hasil penjualan jagung tidak hanya untuk kebutuhan harian, tetapi juga untuk modal pengembangan pertanian berikutnya.
“Dengan pola pengelolaan yang baik, para petani diyakini akan mampu meningkatkan produktivitas sekaligus memperluas lahan tanam,” tuturnya.
Editor: Abdul Rozak











