SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Serang tengah menyiapkan program pengolahan sampah menjadi energi listrik atau waste to energy sebagai langkah inovatif dalam mengatasi persoalan sampah yang terus meningkat setiap tahun. Program ini menjadi bagian dari komitmen Pemkot Serang untuk menghadirkan solusi ramah lingkungan sekaligus memperkuat ketahanan energi daerah.
Program sampah jadi listrik tersebut dirancang agar memberikan dua manfaat utama, yaitu mengurangi timbunan sampah di Kota Serang dan menghasilkan energi listrik terbarukanyang dapat dimanfaatkan masyarakat. Dengan konsep ini, pengelolaan sampah tidak lagi menjadi beban, tetapi berubah menjadi sumber energi yang bermanfaat bagi warga kota.
Wali Kota Serang, Budi Rustandi mengatakan, Pemerintah Pusat telah memberikan dukungan kepada daerah yang berkomitmen menjalankan program waste to energy.
“Kami telah mengikuti rapat koordinasi nasional di Jakarta, dan pemerintah pusat siap membantu daerah yang ingin mengolah sampah menjadi energi listrik,” ujarnya, Senin, 6 Oktober 2025.
Meski demikian, Budi mengakui tantangan utama program ini adalah keterbatasan volume sampah. Untuk dapat beroperasi optimal, dibutuhkan minimal 1.000 ton sampah per hari, sedangkan Kota Serang saat ini baru menghasilkan sekitar 570 ton per hari.
Sebagai langkah strategis, Pemkot Serang akan menjalin kerja sama dengan kabupaten dan kota sekitar agar pasokan bahan baku sampah dapat terpenuhi.
Dengan sinergi antarwilayah, program sampah jadi listrik diharapkan segera terwujud dan memberikan dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat.
“Kalau semua pihak bisa bersinergi, kita tidak hanya menyelesaikan masalah sampah, tapi juga menghadirkan energi baru untuk masyarakat,” pungkas Budi.
Reporter: Nahrul Muhilmi











