TANGERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Siapa sangka, di balik kawasan Tigaraksa yang sibuk ternyata ada desa dengan potensi wisata religi dan edukasi yang belum banyak diketahui orang.
Dimana, Desa Pete yang berada di Kabupaten Tangerang kini resmi meluncurkan website wisata berbasis teknologi untuk memperkenalkan keindahan dan kekayaan lokalnya ke dunia digital.
Inisiatif ini merupakan hasil kolaborasi antara BUMDes Pete Maju Bersama dan tim akademisi dari Universitas Multimedia Nusantara melalui Program Kemitraan Masyarakat atau PKM.
Tujuannya sederhana, tapi berdampak besar dalam memperkuat tata kelola potensi lokal dan mendorong promosi wisata melalui teknologi digital.
Desa Pete dikenal sebagai destinasi wisata religi dengan daya tarik utama Makam Keramat Syekh Mubarok, yang dikunjungi sekitar 50 peziarah setiap harinya.
Di sekitar makam ini juga terdapat sumur keramat atau sumber air yang dipercaya memiliki berbagai khasiat, mulai dari membuat awet muda, melancarkan jodoh, hingga mendatangkan rezeki bagi siapa pun yang datang dengan niat baik.
Tradisi ini telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat setempat dan menjadi salah satu alasan banyak peziarah kembali berkunjung setiap tahun.
Selain wisata religi, sektor pertanian, peternakan, dan perikanan di desa ini juga menyimpan potensi besar untuk dikembangkan menjadi wisata edukasi berbasis agribisnis.
Sayangnya, selama ini potensi tersebut belum tergarap maksimal akibat minimnya promosi digital dan belum adanya sistem informasi terpadu.
Melalui program ini, tim PKM membantu membangun website resmi desa, sistem informasi berbasis Geographical Information System atau GIS, serta memberikan pelatihan digitalisasi promosi wisata kepada perangkat desa dan pengurus BUMDes.
“Website ini akan menjadi etalase digital Desa Pete yang bukan hanya untuk wisatawan, tetapi juga bagi investor dan masyarakat luas,” ujar Siti Nurjanah, Kepala Seksi Pemerintahan Desa Pete, Selasa 14 Oktober 2025.
Sementara itu, Ketua Tim PKM sekaligus dosen Universitas Multimedia Nusantara, Ahmad Faza berharap teknologi ini menjadi langkah awal menuju desa yang lebih maju dan mandiri
Dia juga melihat semangat yang luar biasa dari pemerintah desa dan BUMDes Pete Maju Bersama. Dimana, kolaborasi seperti ini menunjukkan bahwa digitalisasi bukan hanya sekedar soal teknologi.
“Tapi tentang membangun kepercayaan dan membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat desa.”pungkasnya
Terpisah, Ketua BUMDes Pete Maju Bersama, Ahmad Rofiq menilai program ini dapat menjadi model bagi desa-desa lain di Kabupaten Tangerang.
“Program ini membuka mata kami akan pentingnya digitalisasi. Kami berharap sistem seperti ini bisa menjadi contoh bagi desa lain yang punya potensi wisata dan produk unggulan,”ucapnya.
Dikatakan Rofiq, dirinya juga melibatkan mahasiswa lintas program studi yang berkontribusi pada pelatihan, pemetaan, dan desain website seperti Wilsen Oktavianus, Yosua Rheinheart Tanzil (Sistem Informasi – FTI), serta Audrey Aprillia Fauzkha dan Farhan Sidqi Purnawan (Arsitektur – FSD).
Kedepan kata Rofiq, tim berencana menambahkan fitur peta interaktif, promosi video 360°, hingga teknologi VR/AR agar pengalaman wisata di Desa Pete makin hidup dan menarik bagi wisatawan digital.
Dirinya menambahkan, program ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antara akademisi, pemerintah desa, dan masyarakat dapat mendorong transformasi digital berbasis komunitas menuju pembangunan desa yang berkelanjutan dan inklusif.
“Alhamdulillah, program ini didanai melalui hibah Program Kemitraan Masyarakat atau PKM dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat atau DPPM, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) tahun 2025 dan skema pemberdayaan kemitraan masyarakat.”ungkapnya.
Reporter: Mulyadi
Editor: Agung S Pambudi











