SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Angka pengangguran di Banten cukup banyak, jumlahnya mencapai 412 ribu orang. Mirisnya, jumlah pengangguran banyak disumbang oleh para fresh graduate atau mereka yang baru menyelesaikan pendidikan baik di jenjang SMA maupun bangku perkuliahan.
Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Banten berjumlah 412 ribu orang atau 6,64 persen dari total Penduduk Usia Kerja (PUK) sebanyak 9,44 juta orang.
Dari ratusan ribu pengangguran di Banten itu, 9,34 persen TPT disumbang oleh lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA). Artinya, dari 100 orang angkatan kerja tamatan SMA terdapat sekitar 9 orang penganggur.
Tingkat pendidikan sendiri dapat mengindikasikan kualitas dan produktivitas tenaga kerja. Meski pun begitu, terdapat problematika lain, dimana serapan tenaga kerja untuk tamatan Diploma I/II/III dan Diploma IV, S1, S2, S3 masih sangat rendah yakni 11,90 persen. Jauh dari jumlah serapan kerja tamatan SMA ke atas, yang mencapai 49,62 persen.
Kondisi banyaknya pengangguran di Banten ini diduga dipicu oleh keahlian yang dimiliki oleh diploma maupun sarjana di Banten tidak sesuai dengan kebutuhan industri saat ini.
Anggota DPRD Banten Yeremia Mendrofa mengatakan, data dari BPS ini perlu menjadi catatan penting bagi Pemprov Banten.
Menurutnya, masalah ini juga berkolerasi dengan angka putus sekolah bagi jenjang SMP. Maka dari itu pihaknya mendukung akan program Sekolah Gratis dari Pemprov Banten untuk membantu siswa kurang mampu mendapatkan jaminan pendidikan di jenjang SMA/SMK sederajat.
“Kami juga memandang perlu adanya penguatan program link and match di dunia pendidikan kita, dimana para siswa sekolah memang diberikan bekal pengetahuan dan skill yang sesuai dengan kebutuhan industri saat ini,” pungkasnya.
Editor Daru Pamungkas











