LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lebak meminta 43 Puskesmas di wilayahnya meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi lonjakan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD), seiring masuknya musim hujan di akhir 2025.
Plt Kepala Dinkes Lebak, Endang Komarudin, mengatakan pihaknya telah menerbitkan surat edaran kepada seluruh Puskesmas agar melakukan langkah antisipasi awal, terutama menghadapi cuaca ekstrem yang sering terjadi belakangan ini.
“Ya, kami terus mengantisipasi adanya lonjakan DBD. Salah satunya dengan mengeluarkan surat edaran untuk 43 Puskesmas agar mengantisipasi peningkatan kasus DBD di Lebak pada awal musim hujan akhir tahun ini,” kata Endang, Senin 24 November 2025.
Endang mengungkapkan, sejak Januari hingga Oktober 2025, tercatat 857 kasus DBD di Lebak, dengan dua pasien meninggal dunia.
Ia menegaskan bahwa kebersihan lingkungan menjadi poin penting dalam mencegah perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti.
“Kebersihan lingkungan terutama setelah hujan sangat penting. Tempat-tempat yang bisa menjadi sarang nyamuk harus dibersihkan. Penerapan PHBS dan membersihkan lingkungan minimal seminggu sekali itu wajib,” ujarnya.
Endang menambahkan, pihaknya terus melakukan berbagai upaya preventif melalui gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dan 3M Plus.
“Kegiatan PSN lebih efektif untuk pencegahan. Fogging itu hanya membunuh nyamuk dewasa, tidak menyelesaikan akar masalahnya,” jelasnya.
Dengan meningkatnya curah hujan, masyarakat diminta aktif menjaga kebersihan lingkungan, menguras tempat penampungan air, menutup wadah air, dan memanfaatkan barang bekas agar tidak menjadi tempat berkembangbiaknya nyamuk.











