SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Petugas Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Banten mengamankan 8,4 kilogram ganja yang disembunyikan di dalam sebuah bus asal Medan, Sumatera Utara. Rencananya, 11 paket besar ganja tersebut akan diambil pemesannya di wilayah Jakarta Timur.
Kepala BNN Provinsi Banten, Rohmad Nursahid, menjelaskan bahwa ganja itu diamankan petugas di parkiran Rumah Makan Putri, Jalan Raya Merak, Kelurahan Gerem, Kecamatan Grogol, Kota Cilegon, pada Kamis 30 Oktober 2025.
“Awalnya kami menerima informasi terkait pengiriman paket ganja dari Medan menuju Jakarta, modusnya dengan dikirim menggunakan sebuah bus,” katanya, Selasa kemarin.
BNN menemukan bahwa ganja tersebut ditujukan kepada seseorang berinisial IR. Untuk melakukan penangkapan, petugas meminta sopir bus menghubungi IR ketika tiba di Jakarta Timur. Namun saat dihubungi, nomor telepon IR ternyata tidak aktif.
“Sesampainya di pool bus, pemesan paket tersebut tidak kunjung datang, nomor teleponnya juga tidak aktif,” kata Rohmad.
Karena pemesan tidak muncul, ganja tersebut kemudian dibawa ke kantor BNN Provinsi Banten. Pada Selasa siang, barang bukti itu dimusnahkan dengan cara dibakar.
“Kami bersama petugas gabungan masih melakukan pendalaman guna pengembangan jaringan,” ujar Rohmad.
Kepala Badan Intelijen Negara Daerah (Kabinda) Banten, Brigjen Amazona Pelamonia, yang hadir dalam pemusnahan barang bukti, mengatakan bahwa Provinsi Banten merupakan pintu masuk peredaran gelap narkoba dari Pulau Sumatera. Ia menyebut jaringan penyelundupan ini juga menjadi akses masuk narkoba dari Malaysia.
“Banten ini pintu masuk, dari Malaysia dibawa ke Jakarta,” katanya.
Amazona menegaskan bahwa pemberantasan narkoba tidak dapat dilakukan oleh satu institusi saja. Kolaborasi semua pihak, termasuk masyarakat, dibutuhkan sebagai bagian dari upaya memerangi narkoba.
“Perlu kerja sama semua pihak termasuk dengan masyarakat yang perannya dapat menjadi pemberi informasi,” tuturnya.***











