SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Sedikitnya 76 persen sekolah swasta di Banten dinilai ‘tidak layak’. Temuan ini disampaikan lembaga pengawas layanan publik, Perwakilan Ombudsman RI Banten.
Hasil tersebut diperoleh dari pengawasan Ombudsman terhadap hampir 90 sekolah swasta di berbagai daerah di Banten. Dari survei daring hingga kunjungan lapangan, mayoritas sekolah dinilai belum memenuhi kelengkapan fasilitas dasar yang seharusnya menunjang proses belajar mengajar.
Kepala Ombudsman Banten, Fadli Afriadi, menjelaskan bahwa ketidaklayakan fasilitas bukan hanya soal bangunan rusak, tetapi juga minimnya sarana pendukung utama. Banyak sekolah masih kekurangan ruang perpustakaan, UKS, ruang bimbingan konseling, sarana olahraga, hingga sanitasi yang memadai.
“Sekitar 75 sampai 76 persen sekolah swasta yang kami pantau fasilitasnya masih belum memadai dan belum layak,” ujar Fadli, Senin (8/12/2025).
Fadli menyebutkan kondisi tersebut kontras dengan sekolah negeri yang secara umum telah dilengkapi sarana dan prasarana pendidikan. Dari pengamatan Ombudsman, hampir seluruh sekolah negeri di Banten telah memenuhi standar kelengkapan fasilitas.
“Sebagai perbandingan, hampir 100 persen sekolah negeri sarana dan prasarananya lengkap,” katanya.
Ketimpangan ini dinilai berpotensi memengaruhi kualitas layanan pendidikan yang diterima peserta didik, meskipun secara biaya sekolah telah digratiskan. Ombudsman menilai pemerataan akses pendidikan tidak cukup melalui pembebasan biaya, tetapi harus didukung penyediaan sarana belajar yang layak.
Meski begitu, Fadli mengapresiasi Program Sekolah Gratis karena dinilai membawa dampak positif bagi sektor pendidikan. Program tersebut meningkatkan jumlah siswa sekolah swasta hingga 24 persen, menekan angka putus sekolah, serta mendorong pemerataan akses pendidikan di Provinsi Banten.
Editor: Mastur Huda











