PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Pandeglang menggelar PGRI Pandeglang Awards 2025 di Pendopo Bupati Pandeglang.
PGRI Awards 2025 merupakan bentuk apresiasi dari PGRI kepada pendidik dan tenaga kependidikan atas dedikasi, kinerja transformatif, serta kontribusi mereka dalam meningkatkan kualitas pendidikan.
Tujuannya untuk menumbuhkan semangat kebanggaan, keteladanan, dan profesionalisme, sekaligus mendorong motivasi kerja para guru di Pandeglang.
Ketua PGRI Kabupaten Pandeglang, Sutoto, mengatakan, penghargaan diberikan kepada guru dari berbagai jenjang, mulai dari TK, SD, SMP, SMA, hingga SMK.
“Guru mendapatkan penghargaan berdasarkan hasil penilaian bersama, dengan kategori guru berakhlak, inovatif, hingga guru berprestasi dalam menunjukkan kompetensinya,” ujarnya, Jumat, 12 Desember 2025.
Kategori tertinggi adalah Guru Berakhlak, dengan tujuh indikator penilaian: berorientasi pelayanan, akuntabel, harmonis, kompeten, loyal, adaptif, dan kolaboratif.
Sutoto berharap para guru dapat menjalankan tugas secara disiplin dan profesional. Ia juga menekankan komitmen PGRI Pandeglang untuk menjadi garda terdepan dalam menangani kasus anak putus sekolah.
“Angka putus sekolah masih tinggi, maka PGRI bergerak menjadi bapak angkat melalui pendataan, penanganan, dan pelaporan anak tidak sekolah,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa pelaksanaan HUT PGRI ke-80 dan HGN 2025 menunjukkan bahwa Pandeglang terus berinovasi, salah satunya melalui PGRI Pandeglang Awards 2025. PGRI juga siap mendukung program Presiden, Gubernur dan Wakil Gubernur Banten, serta Bupati Pandeglang.
Bupati Pandeglang, Raden Dewi Setiani, memberikan apresiasi kepada seluruh guru yang bertugas di Pandeglang.
“Guru adalah sosok yang kerap terlupakan, namun tetap menjalankan profesinya dengan ketulusan. Mereka menangis ketika murid gagal dan bangga ketika murid berhasil,” ujarnya.
Dia menegaskan, pengabdian guru tidak dapat diukur oleh jabatan atau regulasi apa pun. “Kami meminta maaf jika fasilitas pendidikan belum sempurna. Pemerintah berkomitmen untuk terus bergerak bersama para guru. Pendidikan tidak akan berjalan sendirian,” katanya.
Ia menutup arahannya dengan pesan menyentuh. “Saya bisa berdiri sebagai bupati karena seorang guru. Tidak ada satu pun dari kita tanpa jasa guru,” tukasnya.
Editor: Mastur Huda











