SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru), Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Banten akan melakukan pemeriksaan tes urine terhadap petugas transportasi di berbagai titik mobilitas.
Kepala BNN Provinsi Banten Brigjen Pol Rohmad Nursahid mengatakan, operasi tersebut akan digelar di pelabuhan, terminal, hingga Bandara Soekarno-Hatta.
“Ke depan, kami akan melakukan tes urine kepada pengemudi bus, anak buah kapal (ABK), pilot, dan pramugari. Menjelang Nataru, kami memastikan seluruh petugas transportasi bebas dari narkoba demi menjaga keamanan dan kenyamanan masyarakat,” ujarnya belum lama ini.
Selain itu, BNN Provinsi Banten akan memperketat pengawasan di jalur transportasi laut, darat, dan udara.
“Jangan sampai sopir, pilot, atau ABK kapal terindikasi narkoba karena hal itu sangat membahayakan keselamatan,” jelas Rohmad.
Ia juga mengungkapkan, pihaknya telah melakukan pemusnahan sabu seberat 4,3 kilogram hasil pengungkapan kasus terbaru pada November 2025. Dalam pengungkapan tersebut, petugas mengamankan dua tersangka berinisial DH alias DR dan MR dengan peran berbeda dalam peredaran narkotika tersebut.
“DH berperan sebagai kurir, sedangkan MR sebagai pemantau kurir. Keduanya awalnya tidak saling mengenal,” kata Rohmad.
Rohmad menyebut, sabu tersebut diduga kuat akan diedarkan di wilayah Banten dan Tangerang yang berbatasan langsung dengan Jakarta, terutama menjelang perayaan Nataru.
“Kemungkinan besar barang ini akan diedarkan untuk perayaan Natal dan Tahun Baru,” ujarnya.
Terkait upah yang dijanjikan, DH disebut mendapat bayaran terbesar sekitar Rp61 juta apabila sabu tersebut berhasil diantarkan.
“Untuk DH sebesar Rp15 juta per kilogram, sehingga totalnya sekitar Rp61 hingga Rp62 juta. Sementara MR mendapat Rp3 juta per kilogram dengan total sekitar Rp12 juta,” tuturnya.
Reporter: Fahmi
Editor: Aas Arbi











