CILEGON, RADARBANTEN.CO.ID – Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) sekaligus anggota DPRD Kota Cilegon, Qoidatul Sitta, menyampaikan duka cita mendalam atas meninggalnya seorang anak berusia 9 tahun dalam peristiwa pembunuhan di Komplek BBS 3, Kelurahan Ciwaduk, Kota Cilegon.
Berdasarkan informasi yang dihimpun Radar Banten Maman Suherman orang tua korban juga aktif sebagai politisi PKS yang diketahui baru dilantik sebagai Dewan Pakar PKS pada Minggu, 14 Desember 2025
Sitta menegaskan, tidak ada kata yang mampu menggambarkan kesedihan keluarga korban atas kehilangan yang begitu tragis. Ia berharap proses hukum berjalan cepat, transparan, dan pelaku dijatuhi hukuman sesuai ketentuan yang berlaku.
“Anak adalah amanah dan masa depan bangsa. Peristiwa ini harus menjadi pengingat bagi kita semua untuk semakin memperkuat rasa aman di lingkungan,” ujar Sitta Rabu 17 Desember 2025.
Sitta turut menyerukan kepada pemerintah daerah dan aparat keamanan agar meningkatkan patroli serta sistem keamanan lingkungan.
“Atas nama keluarga besar dan komunitas, kami menyampaikan belasungkawa. Semua pihak—pemerintah, tokoh masyarakat, RT/RW, hingga warga—memiliki peran besar dalam menciptakan lingkungan yang aman dan ramah anak,” katanya.
Sitta menambahkan, insiden tersebut membuka mata semua pihak bahwa budaya saling menjaga harus diperkuat, tidak hanya di dalam rumah, tetapi juga di lingkungan sekitar.
“Bagi orang tua mana pun, anak tidak pernah salah. Anak adalah titipan Allah yang seharusnya dilindungi dan disayangi. Kehilangan anak dengan cara seperti ini adalah luka yang sangat dalam dan tidak akan pernah benar-benar hilang,” ungkapnya.
Diketahui, korban Muhammad Axle Herman Miller, seorang anak laki-laki berusia 9 tahun, ditemukan dalam kondisi tengkurap dengan luka serius akibat senjata tajam di dalam rumah keluarganya.
Korban sempat dievakuasi ke Rumah Sakit Bethsaida Kota Cilegon, namun dinyatakan meninggal dunia oleh pihak rumah sakit sekitar pukul 15.30 WIB.
Editor Daru











