KOTA TANGSEL, RADARBANTEN.CO.ID-Pemerintah Kota Tangsel menegaskan tidak tinggal diam dalam merespons polemik penutupan operasional Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipeucang yang memicu protes warga.
Berbagai langkah konkret terus dimatangkan guna memastikan penanganan sampah tetap berjalan terkendali sekaligus menjawab keresahan masyarakat.
Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie melalui Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Tangerang Selatan, Tb Asep Nurdin, menyampaikan bahwa pemerintah daerah terus bergerak di lapangan melalui koordinasi lintas perangkat daerah.
Menurutnya, fokus utama diarahkan pada percepatan penataan lahan TPA Cipeucang serta optimalisasi pengangkutan sampah yang sempat tertunda di sejumlah wilayah.
“Pemkot Tangsel tidak diam. Kami bekerja dan terus bergerak untuk menghadirkan solusi konkret, baik jangka pendek maupun jangka panjang, agar persoalan sampah ini dapat tertangani secara menyeluruh,” ujar Tb Asep Nurdin melalui siaran pers yang diterima Sabtu 20 Desember 2025.
Ia menjelaskan, selain penanganan darurat berupa pengangkutan sampah secara bertahap, Pemkot Tangsel juga tengah menyiapkan skema penataan TPA yang lebih baik agar operasional ke depan tidak kembali menimbulkan dampak lingkungan dan sosial bagi warga sekitar.
Pemerintah juga membuka ruang komunikasi agar aspirasi masyarakat dapat ditampung dan diselesaikan secara dialogis.
“Kami memahami keresahan warga, baik yang terdampak langsung di sekitar TPA maupun masyarakat yang terganggu akibat tumpukan sampah di jalan. Tujuan kami satu, menjaga kebersihan kota sekaligus kenyamanan warga,” tegasnya.
Pemkot Tangsel menegaskan komitmen untuk menyusun solusi berkelanjutan, termasuk penguatan pengelolaan sampah dari hulu hingga hilir, agar ketergantungan terhadap TPA dapat dikurangi.
Langkah tersebut diharapkan mampu mencegah persoalan serupa terulang serta memastikan kualitas lingkungan di Kota Tangerang Selatan tetap terjaga.
Editor: Abdul Rozak











