PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBDPK) Kabupaten Pandeglang meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana, khususnya tanah longsor, menjelang malam Tahun Baru 2026.
Sekretaris BPBDPK Pandeglang, Nana Mulyana, mengatakan kesiapsiagaan personel sudah dilakukan sejak 23 Desember 2025. Petugas ditempatkan di pos-pos gabungan, serta pos khusus di wilayah rawan bencana dari Kecamatan Pagelaran hingga Sumur.
“Sejak tanggal 23 kami sudah menempatkan personel di pos-pos gabungan. Khusus BPBD, kami mendirikan pos di seputaran Pagelaran sampai Sumur dengan menyiagakan tim dan peralatan kebencanaan,” kata Nana Mulyana, Rabu 31 Desember 2025.
Nana menjelaskan, status siaga darurat bencana di Pandeglang berlaku sejak 1 Agustus hingga 31 Desember 2025. Seluruh personel BPBDPK dalam kondisi siaga penuh menghadapi potensi cuaca ekstrem.
“Jika terjadi bencana seperti longsor, kami menyiapkan tim reaksi cepat sekitar 10-11 personel, didukung tim pemadam kebakaran dan Pusdalops,” jelasnya.
Berbagai peralatan juga sudah disiapkan, mulai dari perahu evakuasi, alat pemotong, hingga perlengkapan darurat lainnya. Selain itu, 12 personel khusus disiagakan untuk memantau wilayah rawan selama malam pergantian tahun.
Terkait longsor, kejadian terakhir terjadi di Kecamatan Mandalawangi. Wilayah rawan lainnya yang menjadi prioritas pemantauan antara lain Mandalawangi, Cadasari, dan Pulosari, termasuk daerah perbukitan.
“Beberapa wilayah ini rawan longsor. Curah hujan saat ini cukup tinggi sesuai edaran BMKG, sehingga semua potensi bencana kami waspadai,” tegasnya.
BPBDPK Pandeglang mengimbau masyarakat, terutama yang berada di daerah rawan bencana, untuk meningkatkan kewaspadaan dan segera melapor bila terjadi keadaan darurat.
Reporter: Moch Madani Prasetia
Editor: Agung S Pambudi











