LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID– Cuaca ekstrem yang melanda Kabupaten Lebak dalam beberapa pekan terakhir membawa dampak serius bagi sektor pertanian. Hujan dengan intensitas tinggi yang turun tanpa jeda menyebabkan tanaman cabai milik petani mengalami kerusakan parah hingga terancam gagal panen.
Salah satu wilayah terdampak berada di Kampung Jatimulya, Desa Bojong Leles, Kecamatan Cibadak. Di daerah ini, tanaman cabai yang hampir memasuki masa panen justru membusuk akibat kondisi cuaca yang tidak bersahabat.
Petani cabai setempat, Badrudin (58), mengaku sekitar 1.500 batang cabai yang ditanam di lahan seluas satu hektare mengalami kerusakan. Buah cabai membusuk di pohon dan tidak layak jual karena terserang penyakit akibat curah hujan tinggi.
“Ini namanya patek, buahnya busuk semua. Kurang hasil, jelas rugi,” ujar Badrudin saat berada di kebunnya, Selasa 20 Januari 2026.
Menurutnya, kerusakan tanaman mulai terjadi sejak satu bulan terakhir, bersamaan dengan perubahan cuaca ekstrem. Kondisi kemarau yang tiba-tiba berganti hujan berkepanjangan menjadi faktor utama rusaknya tanaman cabai tersebut.
“Awalnya kemarau, terus hujan terus enggak berhenti. Akhirnya begini semua,” katanya.
Akibat kondisi tersebut, Badrudin memperkirakan sekitar 80 persen tanaman cabainya gagal panen. Kerugian yang ditanggung tidak sedikit, mencapai sekitar Rp20 juta dari biaya bibit, pupuk, perawatan, hingga tenaga kerja.
“Kalau yang begini mah enggak bisa dijual. Paling yang masih bagus sedikit disortir, Tapi kebanyakan busuk,” ungkapnya.
Ia menyebut, hingga kini belum ada bantuan atau pendampingan dari pihak terkait. Badrudin berharap pemerintah daerah maupun pusat dapat segera turun tangan memberikan solusi dan bantuan agar petani tidak terus dirugikan akibat cuaca ekstrem.
“Harapannya ada bantuan dari pemerintah. Soalnya sampai sekarang belum ada yang datang ke sini,” pungkasnya.
Editor: Bayu Mulyana











