LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Dinas PUPR Kabupaten Lebak akan menangani puluhan kilometer jalan rusak di Lebak.
Saat ini, dari total 749,37 kilometer jalan miilk Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak, sepanjang 560, 97 kilometer jalan atau 74, 86 persennya dalam kondisi mantap alias baik. Sementara, sisanya dalam kondisi tidak mantap atau jelek.
Plt Kepala Dinas PUPR Kabupaten Lebak, Dade Yan Apriandi mengatakan, Pemkab Lebak tahun ini akan menangani puluhan kilometer jalan Kabupaten dan jalan poros desa. Rinciannya 13, 375 kilometer jalan kabupaten atau 13, 37 persen. Kemudian jalan poros desa sepanjang 21, 05 kilometer.
“Ya, Pemkab Lebak terus berupaya secara continue untuk menuntaskan jalan rusak. Walaupun anggaran yang kita miliki terbatas tahun ini belasan km jalan belum mantap kita tangani,” katanya, Jumat, 24 Januari 2026.
Menurutnya, Pemkab Lebak setiap tahun baru bisa melakukan penangan jalan rusak puluhan Km lantaran anggaran yang terbatas.
“Bila melihat prosentase mayoritas jalan di Lebak kondisi mantap atau 560, 97 kilometer jalan dalam kondisi baik. Sisanya dalam kondisi belum mantap, ini yang terus kita tangani,” katanya.
Menurutnya, untuk menuntaskan perbaikan 187, 064 kilometer jalan rusak itu diperlukan anggaran sebesar Rp 600 miliar sampai Rp 700 miliar. Padahal, anggaran milik Pemkab Lebak terbatas.
“Tentunya, harus ada skala prioritas dalam penangan jalan,” katanya.
Dia mengatakan, lantaran kondisi terbatas itu tidak semua kondisi ruas jalan yang mengalami kerusakan bisa dilakukan perbaikan. Namun demikian, DPUPR Lebak juga akan memprioritaskan perbaikan jalan menuju objek wisata.
“Ya, harus ada skala prioritaskan yang memang jalan mengalami kerusakan berat dan memang jalan strategis berhubungan dengan antar Kabupaten atau volumenya cukup tinggi terutama jalan menuju objek wisata mendapat skala prioritas,” ujarnya.
Jalan menuju objek wisata, sebutnya memang menjadi salah satu target utama pembangunan.
“Konsentrasinya tetap ke jalan-jalan yang memang strategis. Pembangunan di ruas jalan menuju Lebak selatan misalnya, secara tidak langsung bisa mengakomodir perbaikan menuju jalur wisata, walaupun, memang titik perbaikannya tidak terfokus ke arah salah satu lokasi wisata,” ujarnya.
Editor: Agus Priwandono











