CILEGON, RADARBANTEN.CO.ID – Mandeknya pelaksanaan rotasi dan mutasi pejabat di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon dinilai berdampak langsung terhadap pengembangan karier Aparatur Sipil Negara (ASN).
Penilaian tersebut disampaikan Pengamat Ekonomi Politik Synergy Riset Center, Hadi Rusmanto, menyusul belum adanya kejelasan kebijakan rotasi dan mutasi hampir satu tahun masa kepemimpinan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Cilegon Robinsar–Fajar Hadi Prabowo.
Diketahui, Robinsar–Fajar resmi dilantik pada 20 Februari 2025. Namun hingga mendekati akhir Januari 2026, Pemkot Cilegon belum memberikan kepastian terkait jadwal maupun mekanisme rotasi dan mutasi ASN.
Menurut Hadi, rotasi mutasi merupakan bagian penting dari penyegaran organisasi pemerintahan. Ketika kebijakan tersebut tidak dijalankan dalam waktu lama, maka roda organisasi berpotensi berjalan tidak optimal.
“Rotasi mutasi ini seharusnya sudah dilakukan. Penyegaran dalam roda organisasi pemerintahan Pemkot Cilegon itu penting, tapi sampai sekarang tidak tahu masalahnya di mana,” ujar Hadi kepada Radar Banten.
Ia mempertanyakan alasan belum dilaksanakannya rotasi mutasi meski kepemimpinan Robinsar–Fajar hampir memasuki satu tahun.
Kondisi ini dinilainya sebagai sinyal kurang baik bagi sistem pembinaan karier ASN di daerah.
“Kenapa sampai satu tahun belum ada rotasi mutasi? Ini sesuatu yang kurang baik untuk peningkatan karier dan jabatan ASN. Harusnya sudah dilakukan, di beberapa daerah juga sudah dilaksanakan,” tegasnya.
Lebih lanjut, Hadi menilai belum terlihat adanya ketegasan dari pimpinan daerah dalam mengambil langkah strategis terkait manajemen kepegawaian.
“Tidak ada ketegasan dari wali kota maupun wakil wali kota. Kalau ini terus berlarut-larut dan tidak ada langkah dari Pemkot Cilegon, kasihan ASN untuk pengembangan kariernya,” katanya.
Hadi juga mengingatkan bahwa dampak lambannya rotasi mutasi bukan hanya dirasakan ASN, tetapi juga berpotensi memengaruhi kualitas pelayanan publik kepada masyarakat.
“Kalau organisasi tidak disegarkan, pelayanan publik pun pasti terganggu,” pungkasnya.
Reporter : Adam Fadillah
Editor: Agung S Pambudi











