SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Pasar logam mulia belakangan ini menunjukkan pergerakan yang sangat ekstrem. Bayangkan saja, dalam satu hari harga emas Antam pernah melonjak hingga Rp 165.000 per gram, namun hanya berselang dua hari kemudian, harganya justru anjlok parah hingga Rp 260.000 dalam sehari.
Berdasarkan data terbaru dari aplikasi Brankas Antam per pukul 08:32 WIB, harga emas fisik hari ini terjun bebas ke level Rp 2.860.000 per gram.
Padahal, pada perdagangan Jumat kemarin, harga emas masih bertahan di level Rp 3.120.000 per gram.
Kondisi roller coaster ini tentu membuat banyak calon investor ragu. Agar tabungan emas Anda tetap memberikan keuntungan maksimal, simak tips cerdas berikut ini:
- Terapkan Strategi Dollar Cost Averaging (DCA)
Jangan menunggu harga paling rendah untuk mulai membeli, karena sangat sulit memprediksi titik terendah pasar.
Alih-alih membeli dalam jumlah besar sekaligus, belilah emas secara rutin setiap bulan dengan nominal yang tetap (misalnya Rp 500 ribu per bulan). Strategi ini membantu Anda mendapatkan harga rata-rata yang lebih stabil di tengah fluktuasi liar harga emas.
- Manfaatkan Layanan Emas Digital (BRANKAS)
Bagi pemula, menabung melalui layanan emas digital seperti BRANKAS Antam bisa menjadi pilihan tepat. Harga emas BRANKAS biasanya lebih rendah dibandingkan emas fisik batangan.
Selain itu, Anda bisa menabung dalam nominal kecil dan baru mencetaknya menjadi emas fisik setelah saldonya mencukupi.
- Pantau Harga Secara Berkala, Tapi Jangan Panik
Sangat penting untuk memantau grafik harga agar Anda tahu kapan saatnya melakukan “cicil beli”.
Penurunan tajam seperti yang terjadi hari ini, di mana harga turun ke level Rp 2.860.000 per gram, sering kali dianggap sebagai peluang masuk bagi investor baru.
Namun, hindari panic selling atau menjual terburu-buru saat harga turun jika tujuan investasi Anda adalah jangka panjang.
- Fokus pada Jangka Panjang (5-10 Tahun)
Emas pada dasarnya adalah instrumen pelindung nilai (hedging). Keuntungan emas akan terasa nyata jika disimpan dalam jangka panjang.
Fluktuasi harian yang ekstrem, seperti kenaikan ke Rp 3,16 juta lalu turun kembali ke Rp 2,8 juta, hanyalah dinamika pasar jangka pendek yang tidak akan terlalu berpengaruh pada nilai emas dalam 10 tahun ke depan.
- Perhatikan Selisih Harga (Spread)
Sebelum menjual, selalu cek harga buyback atau harga beli kembali oleh toko emas atau Antam. Pastikan keuntungan dari kenaikan harga sudah mampu menutupi selisih spread agar Anda benar-benar mendapatkan laba bersih saat mencairkan tabungan.
Editor Daru











