SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Prof. Brian Yuliarto meresmikan Gedung dan Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) Universitas Bina Bangsa (UNIBA) di Jalan Bhayangkara, Kelurahan Cipocok Jaya, Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang, Rabu (11/2/2026).
Peresmian Gedung FIKES UNIBA ini menegaskan komitmen kampus dalam meningkatkan kualitas pendidikan kesehatan sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi dalam mencetak sumber daya manusia (SDM) unggul di Provinsi Banten.
Dalam sambutannya, Brian Yuliarto mengapresiasi langkah progresif UNIBA yang membangun gedung representatif serta melengkapi laboratorium penunjang pembelajaran.
“Alhamdulillah hari ini saya bersama Bapak Furtasan, Bapak Rektor, serta Ibu Yayasan bisa hadir langsung. Kami menyampaikan apresiasi yang tinggi atas peran serta dan produktivitas civitas akademika Universitas Bina Bangsa dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan,” ujarnya.
Selain itu, ia menegaskan peningkatan sarana dan prasarana akan berdampak langsung pada mutu proses pembelajaran. Dengan fasilitas memadai, lulusan FIKES UNIBA diharapkan semakin kompetitif dan siap menjawab kebutuhan dunia kerja.
“Kami yakin proses pembelajaran ke depan akan semakin meningkat kualitasnya. Ini merupakan bagian dari upaya bersama antara perguruan tinggi dan pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia,” katanya.
Brian juga mengajak masyarakat melihat langsung perkembangan UNIBA yang terus bertumbuh, termasuk fasilitas laboratorium yang dinilai lengkap dan terus dikembangkan.
Sementara itu, Pembina Yayasan UNIBA Prof. Furtasan Ali Yusuf menyatakan peresmian Gedung FIKES UNIBA menjadi momentum penting bagi pendidikan kesehatan di Banten.
“Peresmian ini sekaligus kami umumkan kepada masyarakat bahwa di Provinsi Banten, khususnya di Kota Serang, telah hadir Fakultas Ilmu Kesehatan yang siap memberikan pelayanan terbaik. Kampus ini memang secara khusus diperuntukkan bagi FIKES,” ujarnya.
Ia menegaskan FIKES UNIBA tidak hanya berorientasi pada aspek akademik, tetapi juga pembentukan karakter mahasiswa dengan nilai integritas dan profesionalisme. Dalam dunia kesehatan, kampus menanamkan prinsip pelayanan tanpa kesalahan atau zero mistake.
“Dalam pelayanan kesehatan tidak boleh ada kesalahan sekecil apa pun. Karena itu, alumni Fakultas Ilmu Kesehatan benar-benar kami dedikasikan agar memiliki keterampilan dan kompetensi tinggi,” tegasnya.
Ke depan, UNIBA berkomitmen meningkatkan kualitas laboratorium sesuai rekomendasi lembaga akreditasi. Bahkan, yayasan telah merancang pembangunan rumah sakit pendidikan sebagai fasilitas praktik mahasiswa.
“Insya Allah kami berencana membangun rumah sakit pendidikan di lingkungan kampus sehingga mahasiswa bisa praktik langsung tanpa harus keluar kampus. Itu menjadi cita-cita besar kami,” ungkap Furtasan.
Lebih lanjut, UNIBA membuka peluang pengembangan program pendidikan kedokteran sebagai langkah strategis menjawab kebutuhan tenaga medis profesional di Banten dan Indonesia.
Rektor UNIBA Prof. Bambang D. Suseno menambahkan pengembangan Kampus 3 menjadi bagian dari komitmen universitas dalam mendukung kebijakan nasional pendidikan tinggi, sains, dan teknologi yang menekankan relevansi, inovasi, kolaborasi, dan dampak nyata.
“Bidang kesehatan merupakan sektor strategis nasional. Tantangan transformasi layanan kesehatan, krisis tenaga kesehatan di wilayah tertentu, peningkatan beban penyakit tidak menular, hingga isu kesehatan mental menuntut perguruan tinggi untuk tidak hanya melahirkan lulusan, tetapi juga menjadi pusat solusi,” ungkapnya.
Ia menegaskan FIKES UNIBA menjadi motor penggerak riset terapan, pengabdian kepada masyarakat berbasis kebutuhan lokal, serta penguatan kemitraan dengan rumah sakit, puskesmas, industri kesehatan, dan pemerintah daerah.
“Kami ingin memastikan bahwa lulusan Keperawatan, Kebidanan, Farmasi, Gizi, Psikologi, Administrasi Rumah Sakit, serta lulusan Profesi Ners dan Profesi Bidan Universitas Bina Bangsa tidak hanya kompeten secara akademik, tetapi juga memiliki kepekaan sosial, etika profesi, serta kemampuan beradaptasi dengan perkembangan teknologi kesehatan,” ujarnya.*
Editor : Krisna Widi Aria











