SERANG,RADARBANTEN.CO.ID- Menjelang arus mudik, kondisi arus lalulintis di jalan raya Bojonegara-Puloampel masih dipadati oleh kendaraan truk yang mengankut material tambang.
Bahkan, banyak kendaraan yang melintas di luar jam operasional yang sudah ditetapkan oleh Gubernur Banten.
Seperti halnya pantauan pada Selasa 3 Maret 2026 siang. Terpantau masih banyak truk tambang yang melintas. Kendaraan tambang melaju bersama-sama sehingga sulit untuk disalip.
Ditambah lagi, banyak truk yang berhenti di pinggir jalan sehingga membuat arus lalulintas sedikit terhabat.
Camat Bojonegara, Asep Sofwatullah, mengatakan saat ini intensitas truk tambang yang melintas di jalan raya Bojonegara-Puloampel masih sangat tinggi dan didominasi oleh kendaraan yang berasal dari luar daerah.
“Intensitasnya masih sangat tinggi, bahkan banyak yang melintas di luar jam operasional,” katanya, Selasa 3 Maret 2026.
Semula, lanjut Asep, banyak kendaraan truk yang patuh dan melintas sesuai dengan jam operasional yang ditetapkan. Namun seiring melonggarnya pengawasan yang dilakukan oleh pemerintah, makin banyak kendaraan yang berani melintas diluar jam operasional.
“Banyak warga yang mengeluh, cuman warga tidak bisa apa-apa. Kalau persoalan debu masyarakat sudah biasa, cuman intensitas mobil luar ini sangat mengganggu. Bahkan satu bulan terakhir kendaraan yang masuk malah semakin masif,” ujarnya.
Asep berharap, kondisi ini tidak berlangsung sampai H-15 menjelang Idul Fitri. Pasalnya, sudah ada surat edaran dari Gubernur Banten, Andra Soni, agar kendaraan tambang tidak beroperasi.
Ia pun meminta agar pemeirntah provinsi dalam hal ini Dinas Perhubungan (Dishub) dan Dinas Satpol PP serius nenerapkan aturan tersebut. Salah satunya dengan melakukan pengawasan pada saat aturan tersebut resmi diberlakukan.
“Karena semakin dekat dengan lebaran otomatis masyarakat lebih sering keluar rumah mempersiapkan, belanja kebutuhan lebaran dan lain-lain. Kita harapkan dengan disstopnya truk tambang bisa mengurangi potensi bahaya ataupun kecelakaan,” ujarnnya.
Editor: Bayu Mulyana











