SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Anggota DPRD Kabupaten Serang dari Partai Demokrat, Azwar Anas melakukan reses di Kecamatan Kragilan, Kabupaten Serang.
Dalam upaya menyerap aspirasi masyarakat di Daerah Pemilihan (Dapil) dua yang notabene merupakan wilayah industri tersebut, Azwar Anas banyak mendapatkan keluhan mengenai sulitnya warga lokal mendapatkan pekerjaan.
Bahkan ada juga masyarakat yang dimintai uang oleh calo tenaga kerja.
“Ini persoalan kita, seakan-akan kita mati di lumbung padi. Seharusnya warga kita gampang mencari pekerjaan karena berada di wilayah industri, namun realitasnya justru berbeda,” katanya, Kamis 5 Maret 2026.
Anas mengatakan, pada pelaksanaan reses tahun ini pihaknya mendapatkan laporan terkait ulah calo tenaga kerja yang meminta bayaran kepada para pencari kerja.
“Jadi harus berbayar juga. Ini yang memang susah kita putus mata rantainya dan memang harus kita telusuri terus. Kita minta warga Kabupaten Serang bisa diberikan kesempatan lebih untuk bisa bekerja di industri yang ada di Kabupaten Serang,” ujarnya.
Anas mengatakan, apabila semakin banyak tenaga kerja lokal yang terserap, maka akan mengurangi angka pengangguran terbuka di Kabupaten Serang serta menekan angka kemiskinan.
Ketua Fraksi Partai Demokrat Kabupaten Serang itu juga mengungkapkan persoalan lain yang dikeluhkan masyarakat di Kecamatan Kragilan.
Salah satunya persoalan pembangunan infrastruktur yang masih menjadi pekerjaan rumah, di mana terdapat jalan poros desa yang tembus ke Pusat Pemerintahan Kabupaten (Puspemkab) Serang yang kondisinya masih rusak.
“Jalannya melintas di depan Kantor Desa Cisait dan bisa tembus ke Puspemkab Serang. Ini kondisi jalannya rusak. Kita menginginkan nanti pembangunannya bisa segera direalisasikan,” ujarnya.
Selain itu, terdapat pula jembatan yang kondisinya rusak dan sempit sehingga sulit dilalui kendaraan roda empat.
“Ada Jembatan Petung, Jeruk Tipis, dan Cisait Muncang. Ada jembatan-jembatan akses masyarakat yang harus mendapat perhatian,” ujarnya.
Persoalan drainase yang buruk juga menjadi keluhan warga karena saluran yang rusak dan tidak tersambung dengan titik akhir pembuangan.
“Sehingga pada musim hujan ini membuat jalan di Kabupaten Serang cepat rusak dan becek,” ujarnya.
Ada pula persoalan lain yakni banyaknya titik jalan yang masih gelap akibat minimnya penerangan jalan umum (PJU).
“Ini kemudian akan kita dorong dalam pokok-pokok pikiran dewan sehingga aspirasi masyarakat bisa segera direalisasikan,” pungkasnya.*
Editor : Krisna Widi Aria











