SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Pemerintah melalui Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI melakukan evakuasi terhadap Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada di Iran. Langkah tersebut diambil menyusul meningkatnya ketegangan di kawasan tersebut setelah serangan militer Amerika Serikat dan Israel dalam beberapa hari terakhir.
Berdasarkan laporan sementara, terdapat dua WNI asal Provinsi Banten yang berada di Iran. Proses evakuasi terhadap keduanya dilakukan bersamaan dengan WNI dari sejumlah daerah lainnya.
Hal ini dikonfirmasi oleh Kepala Badan Penghubung Provinsi Banten, Ika Sri Erika. Ia mengatakan, WNI asal Banten dijemput bersama WNI dari DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, NTB, dan Kalimantan Timur.
“Mohon doa kelancarannya agar para evacuee ini dapat kembali ke tanah air dengan selamat,” kata Ika, Senin 9 Maret 2026.
Ika mengaku hingga saat ini pihaknya belum menerima data lengkap mengenai identitas dan alamat dua WNI asal Banten tersebut. Untuk itu, pihaknya masih terus berkoordinasi dengan kementerian terkait di Jakarta.
Informasi sementara menyebutkan, para WNI dipulangkan dari Iran menggunakan maskapai Turkish Airlines dan dijadwalkan tiba di Indonesia pada Selasa 10 Maret 2026.
“Kami juga terus menyisir data warga Banten lainnya yang kemungkinan berada di wilayah konflik tersebut,” ungkapnya.
Pemerintah juga membuka hotline khusus bagi masyarakat yang memiliki keluarga atau kerabat di Iran maupun wilayah konflik di Timur Tengah.
Ika mengatakan, masyarakat dapat melaporkan keberadaan keluarganya melalui nomor hotline yang telah disediakan pemerintah.
“Silakan melapor agar kami bisa membantu memantau dan memastikan keamanan warga Banten di sana,” katanya.
Adapun nomor hotline yang dapat dihubungi masyarakat adalah 0812-9007-0027.
Menurut Ika, laporan dari masyarakat sangat penting untuk membantu pemerintah melakukan pendataan secara lebih akurat terkait warga Banten yang berada di wilayah konflik.
Dengan data tersebut, pemerintah daerah dapat berkoordinasi dengan Kemlu RI dalam upaya perlindungan maupun evakuasi jika diperlukan.
“Kami berharap masyarakat yang memiliki keluarga di Iran maupun wilayah Timur Tengah lainnya dapat segera melapor agar pemerintah bisa mengambil langkah yang diperlukan untuk memastikan keselamatan mereka,” ujarnya.
Di tempat terpisah, Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Perlindungan WNI Kemlu RI, Heni Hamidah, mengatakan pihaknya telah mengevakuasi 32 WNI dalam gelombang pertama dari Iran.
Saat ini, puluhan WNI tersebut sudah berada di Baku, Azerbaijan, untuk selanjutnya diterbangkan ke Indonesia.
“Mencermati perkembangan situasi dan keamanan di Iran, evakuasi WNI akan dilakukan secara bertahap melalui jalur Iran–Azerbaijan. Batch pertama diikuti oleh 32 evacuee dan saat ini mereka berada di Baku sambil menunggu penerbangan ke tanah air,” katanya.
Kemlu memastikan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Teheran terus menjalin komunikasi dengan para WNI yang masih berada di Iran.
Sementara itu, gelombang evakuasi berikutnya akan dilakukan menyesuaikan perkembangan situasi keamanan di negara tersebut.*
Editor : Krisna Widi Aria











