LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi sorotan setelah menu yang dibagikan kepada siswa dinilai tidak layak dan penyajiannya terkesan asal-asalan.
Keluhan tersebut muncul dari siswa dan orang tua siswa di SDN 5 Muara Ciujung Timur, SDN 1 Rangkasbitung Timur, dan MAN 1 Lebak, Desa Rangkasbitung, Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, paket makanan yang diterima siswa hanya berisi lima buah lengkeng, satu bolu kukus, dua kurma, singkong, satu jeruk, dua nugget, serta beberapa makanan lainnya.
Salah satu orang tua siswa SD, Yani, mengungkapkan bahwa menu yang diberikan kepada siswa terkesan asal dan sudah beberapa kali disajikan.
“Saya kaget, masa menu MBG yang diberikan ke siswa seperti itu isi dan tampilannya,” ujarnya saat dihubungi RADARBANTEN.CO.ID, Rabu 11 Maret 2026.
Ia menegaskan, sebagai orang tua tentu menginginkan anaknya mendapatkan makanan yang layak, bukan sekadar diberikan makanan seadanya.
“Anak saya sekolah seharusnya diberikan makanan yang layak, tidak asal kasih saja. Apalagi ini untuk siswa lain dan anak-anak yang sedang belajar,” katanya.
Hal serupa juga dirasakan Lia, orang tua siswa di SDN 1 Rangkasbitung Timur. Ia mengeluhkan menu MBG yang diterima anaknya karena dinilai tidak layak.
“Sudah beberapa kali isinya bolu kukus, lengkeng, dan lainnya. Kalau menurut saya dapurnya seperti asal kasih saja,” ujarnya.
Sementara itu, salah satu siswa MAN 1 Lebak, M. Faisal, yang duduk di kelas XII mengatakan bahwa menu yang diterima pada hari tersebut sangat sedikit dan kurang beragam.
“Menurut saya porsinya sedikit dan menunya kurang beragam. Di sekolah lain saya lihat menunya lebih banyak dan lebih layak dibandingkan yang kami terima,” kata Faisal.
Ia berharap ke depan menu yang diberikan kepada siswa dapat lebih bervariasi dan benar-benar memenuhi kebutuhan gizi para pelajar.
“Penyajian makanan juga kurang layak, jadi lebih menyerupai makanan ringan atau camilan,” ucapnya.*
Editor : Krisna Widi Aria











