LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID– Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Lebak hingga kini belum sepenuhnya merata. Dari seluruh wilayah, masih ada satu kecamatan yang belum tersentuh penyaluran program prioritas nasional tersebut.
Berdasarkan catatan Badan Gizi Nasional (BGN) Kabupaten Lebak, dari total 28 kecamatan, wilayah yang belum menerima MBG adalah Kecamatan Bojongmanik. Kondisi ini menjadi sorotan karena MBG menyasar pemenuhan gizi masyarakat.
Belum tersalurkannya MBG di Bojongmanik disebabkan belum tersedianya dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Dapur ini berfungsi sebagai pusat produksi sekaligus distribusi makanan bergizi bagi penerima manfaat.
Koordinator Wilayah BGN Kabupaten Lebak, Asep Royani, mengungkapkan bahwa saat ini dapur SPPG sudah tersebar di sebagian besar wilayah. Secara keseluruhan, terdapat 102 dapur SPPG yang telah beroperasi di berbagai kecamatan.
“Dari semua itu, yang belum ada di Kecamatan Bojongmanik untuk data sementara,” kata Asep kepada RADARBANTEN.CO.ID, Rabu 18 Februari 2026.
Meski demikian, Asep menegaskan bahwa pihaknya terus melakukan langkah percepatan. Sejumlah dapur SPPG baru saat ini tengah dalam tahap persiapan maupun pembangunan guna memperluas jangkauan MBG.
Ia menyebutkan, fokus utama pembangunan dapur tersebut diarahkan ke Kecamatan Bojongmanik agar penyaluran MBG dapat segera direalisasikan. “Saat ini ada sebanyak 70 dapur persiapan atau pembangunan. Tentunya progres bisa segera diselesaikan dan program MBG bisa disalurkan,” tandasnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Lebak Amir Hamzah mengatakan pemerintah daerah terus mendorong percepatan pembangunan dapur MBG. Saat ini, sekitar 80 dapur lainnya juga tengah dipersiapkan untuk beroperasi di sejumlah kecamatan.
“Jumlah tersebut merupakan bagian dari total rencana 270 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Lebak,” ucapnya.
Amir berharap, dengan bertambahnya jumlah dapur aktif, penyaluran MBG dapat menjangkau seluruh kecamatan. “Harapan kami, penyaluran MBG di bulan Ramadan bisa menyeluruh di Lebak, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” ujarnya.
Editor: Bayu Mulyana











