LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Kebutuhan darah di Kabupaten Lebak setiap tahun mencapai puluhan ribu kantong. Namun, sekitar 60 hingga 70 persen pasokan darah masih berasal dari pendonor luar daerah, seperti Tangerang dan Jakarta.
Kepala Unit Donor Darah Palang Merah Indonesia (UDD PMI) Lebak, Firman Rahmatullah, mengatakan selama ini stok darah di Lebak masih sangat bergantung pada pendonor dari luar wilayah.
“Selama ini stok darah di UDD PMI Lebak banyak berasal dari pendonor luar Lebak,” kata Firman, Minggu 15 Maret 2026.
Ia menjelaskan, pihaknya terus melakukan berbagai upaya untuk memenuhi kebutuhan darah masyarakat. Salah satunya dengan program jemput bola melalui kegiatan donor darah yang bekerja sama dengan berbagai instansi.
Kegiatan donor darah tersebut dilakukan bersama instansi pemerintah, seperti dinas pendidikan, TNI/Polri, hingga pihak swasta. Bahkan, UDD PMI Lebak juga menggelar kegiatan donor darah di luar daerah seperti Tangerang dan DKI Jakarta.
“Kita terus berupaya memenuhi kebutuhan darah bagi masyarakat yang membutuhkannya. Dalam sehari rata-rata kebutuhan darah di Lebak mencapai sekitar 30 kantong,” ujarnya.
Firman menjelaskan, pada tahun 2026 ini UDD PMI Lebak diperkirakan membutuhkan lebih dari 20 ribu kantong darah untuk memenuhi kebutuhan pelayanan kesehatan.
“Kebutuhan darah tahun ini diprediksi meningkat dibandingkan tahun sebelumnya,” katanya.
Untuk membantu memenuhi kebutuhan tersebut, Pemerintah Kabupaten Lebak bersama Dinas Pendidikan sebenarnya telah menjalankan program Donor Darah Siswa (Doras) dan Donor Darah Mahasiswa (Doram).
Menurutnya, apabila kedua program tersebut berjalan optimal, kebutuhan darah di Lebak bisa terpenuhi hingga 90 persen dari dalam daerah.
“Sehingga sisanya akan mudah didapat dan kita tidak perlu lagi jemput bola sampai ke luar Lebak,” jelasnya.
Selain itu, untuk menjaga ketersediaan stok darah, pihaknya juga menyarankan keluarga pasien yang membutuhkan transfusi darah agar membawa pendonor pengganti dari kerabat.
“Setidaknya dengan donor dari kerabat pasien, stok darah di Lebak bisa tetap stabil sehingga pelayanan darah tetap berjalan dengan baik,” imbuhnya.
Firman berharap masyarakat dapat menjadi pendonor aktif untuk membantu menjaga ketersediaan stok darah di daerah.
“Kami juga telah mengimbau puskesmas agar keluarga pasien menyediakan donor pengganti. Dengan cara ini stok darah di Lebak tetap stabil dan kebutuhan pelayanan darah dapat terpenuhi,” katanya.
Reporter: Nurabidin
Editor: Aas Arbi











